Banyak Bandara Internasional Berubah Jadi Bandara Domestik, Gubernur Khofifah Minta Ampuhri Lakukan Regrouping

Banyak Bandara Internasional Berubah Jadi Bandara Domestik, Gubernur Khofifah Minta Ampuhri Lakukan Regrouping

MALANG, HARIANBANGSA.net - Sejumlah Bandara Internasional di Indonesia akan berubah status, dari Bandara Internasional menjadi Bandara Domestik. Dimana Bandara Internasional ini yang sudah melayani penerbangan untuk penyelengaraan Haji dan Umroh.

Apabila ada Bandara Internasional yang berubah status, maka akan merubah juga kebijakan penyelenggaraan Haji dan Umroh di sejumlah titik. Karena layanan keberangkatan, akan lebih sedikit, seperti Jatim yang hanya berangkat dari Bandara Juanda.

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meminta kepada penyelenggara ibadah Haji dan Umroh, yang tergabung dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri), ada pengelompokan ulang.

"Oleh karena itu tadi saya menyampaikan, kemungkinan ada regrouping (penggabungan), yang harus dipetakan oleh Amphuri pada Munas ke lima tahun ini," ujar Khofifah, Jumat malam (18/9).

Disela pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) V Amphuri tahun 2020 di Kota Batu, Khofifah menyarankan agar regrouping ini segera dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan. Apalagi kebijakan layanan Haji dan Umroh belum dibuka oleh Arab Saudi.

"Sehingga pada Munas kali ini, relatif terpetakan opsi satu, opsi dua, opsi tiga. Nanti seuruh anggota Amphuri bisa membuat peta baru, dari kemungkinan perubahan policy Kementerian Perhubungan," tambahnya.

Bahkan, Khofifah mengaku kebijakan ini pernah dibahas bersama dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), terutama kaitan dengan Bandara yang masih dalam pengerjaan, di Kediri. Harapannya, menjadi Bandara Internasional.

"Terutama adalah untuk keberangkatan Haji dan Umroh, pada saat yang sama kan Internasional Airport menjadi Domestic Airport? Sehingga harus ada proses yang dikaji lebih dalam untuk bisa mengambil posisi internasionalisasi," pesannya.

Mengingat, jamaah ibadah Umroh dari Jatim tercatat sekitar 105 ribu setiap tahunnya. Khofifah menyebut, angka ini merupakan pangsa pasar yang potensial, yang terkait dengan transportasi dan fasilitas di Bandara. (dev/ns)