BPBD Bondowoso Imbau Warga Waspadai Puting Beliung

Kalaksa BPBD Bondowoso Kukuh Triatmoko menyebut angin puting beliung menjadi bencana paling mengancam di Bondowoso.

BPBD Bondowoso Imbau Warga Waspadai Puting Beliung
Salah satu rumah warga yang terkena angin puting beliung di Kecamatan Tamanan.

BONDOWOSO, HARIAN BANGSA.net-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mencatat telah terjadi 5 kali bencana puting beliung di bulan Oktober 2020. Bencana tersebut menimpa titik lain di Desa Sukosari, Tamanan dan Desa Sumber Tengah, Maesan.

Kalaksa BPBD Bondowoso Kukuh Triatmoko menyebut jika angin puting beliung memang menjadi bencana paling mengancam diantara bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir dan tanah longsor. Bahkan, kata Kukuh, hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso rawan terkena puting beliung.

"Untuk bencana hidrometeorologi memang angin puting beliung lebih banyak terjadi. Bahkan di seluruh wilayah semua rawan terkena," ujar Kukuh,  Senin (2/11/2020).

Kukuh menjelaskan, terjadinya angin puting beliung disebabkan oleh peningkatan suhu dingin di samudera Pasifik. Pendinginan suhu tersebut dinamai La Nina. Meningkatkatnya suhu dingin kemudian menghasilkan hembusan awan menuju Indonesia. Diantaranya menimpa Bondowoso.

"Berdasarkan informasi BMKG dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana untuk saat ini di samudera Pasifik terjadi pendinginan yang sangat cepat," terangnya.

Berdasarkan indeks resiko bencana tahun 2019, Bondowoso berada di angka 185 atau resiko bencananya ada pada kategori sedang, Yang penanganan bencananya masih dapat ditangani secara regional.

"Masih bisa ditangani regional. Paling tidak minta ke tingkat provinsi," tambahnya.

Kukuh menambahkan, sebagai upaya meminimalisir dampak bencana angin puting beliung, Kukuh mengimbau warga untuk memangkas pohon yang melai rindang. Menurutnya, upaya itu merupakan ikhtiar utama dalam meminimalisir resiko korban bencana.

"Puting bisa menimpa rumah dan pepohonan. Makanya pohon rindang hendaknya dipangkas. Kemudian apa bila hujan jangan berhenti atau berteduh di di bawah pohon rindang," pungkasnya. (gik/dur)