Gubernur Uji Coba Tol KLBM

Gubernur Uji Coba Tol KLBM
Guberjur Jatim Khofifah Indarparansa bersama Direktur Utama PT Waskita Humi Wira Herwidiakto, saat di tol KLBM. foto: devi/HARIAN BANGSA
Gubernur Uji Coba Tol KLBM

Surabaya - HARIAN BANGSA

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara perdana mencoba Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 29 kilometer tersebut, Sabtu (28/11). Pembangunan ini adalah konektisitas sentra industri ring satu, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto.

Gubernur juga mengatakan, Jalan Tol ini diharapkan akan membangun koneksitas diantara titik strategis di Jatim, yang membutuhkan percepatan untuk efektifitas dan efisiensi

"Publik transportation di Surabaya Raya, Mojokerto, Gresik. Untuk bisa mengurangi load di Surabaya juga membutuhkan solusi. Tol KLBM ini Krian, Legundi, Bunder kemudian Manyar ini akan jadi solusi efektif," ujarnya. 

Jalan Tol ini, rencananya juga akan berlanjut hingga Manyar - Tuban. Khofifah berharap, Jalan Tol KLBM ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi seluruh layanan publik, tak hanya untuk masyarakat Surabaya, Mojokerto dan Gresik. 

"Tapi semua yang berkaitan dengan publik transportasion yang bisa kita maksimalkan efisiensi dan efektifitasnya terutama untuk membangun koneksitas sentra industri di Mojokerto juga yang ada di Gresik," tambahnya.

Khofifah menambahkan, operasionalisasi Jalan Tol ini menjadi titik penting bagi Jatim untuk meningkatkan publik services bagi masyarakat, terutama kaitan dengan publik transportasi.

"Pak Menteri PUPR, dua minggu pertama ini akan diberi kesempatan untuk melewati tol KLBM ini secara free. Mungkin kita akan melihat bagaimana progresnya jadi artinya bahwa ada operasional seluruh yang ada di jalan tol ini," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Waskita Bumi Wira (WBW) Herwidiakto menjelaskan, Jalan Tol KLBM sepanjang 29 kilometer ini, dengan tarif Rp 29 ribu. Menurutnya, berdasarkan hitungan teknis, lebih murah.

"Itu biasanya secara teknical pasti lebih murah dari pada operasional kendaraan logistik. teoritisnya, biaya operasi dari sisi waktu, kemudian BBM, kemudian mesin, banyak hal. Pasti lebih murah, silahkan dibuktikan," tuturnya. (dev)