Ketika Orang Tua dan Siswa Kota Malang Rindukan Sekolah Tatap Muka

Wali Kota Malang Sutiaji meninjau langsung PTM bersama Ketua Komisi D DPRD setempat Ahmad Wanedi beserta Sekretaris Komisi Rokhmad didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Husnul Muarif dan Kepala Dindikbud Suwarjana.

Ketika Orang Tua dan Siswa Kota Malang Rindukan Sekolah Tatap Muka
Wali Kota Malang Sutiaji menyapa dan berdialog dengan siswa SDN Kauman 1 Malang pada hari pertama PTM, Senin (19/04/2021). Foto : Iwan Irawan/HARIAN BANGSA

Kota Malang, HB.net - Surat edaran (SE) Wali Kota Malang nomor 15 tahun 2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran sekolah tatap muka terbatas disambut ceria oleh siswa, guru maupun orang tua di tingkat PAUD, TK, SD dan SMP baik negeri atau swasta.

Wali Kota Malang Sutiaji meninjau langsung PTM bersama Ketua Komisi D DPRD setempat Ahmad Wanedi beserta Sekretaris Komisi Rokhmad didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Husnul Muarif dan Kepala Dindikbud Suwarjana.

Mereka meninjau kesiapan akan sarana dan prasarana yang ada di sekolah ketika menyelenggarakan PTM. Empat sekolah yang ditinjau adalah SDN Kauman 1, SD Muhammadiyah serta SMPN 6 dan SMPN 3.

"Saya melihat justru anak-anak yang cenderung lebih patuh Protokol Kesehatan (Prokes). Semoga proses pembelajaran secara tatap muka (Luring) semakin menguatkan dan meningkatkan kesadaran dalam mematuhi Prokes di keluarga,"tegas Walikota Malang Sutiaji saat melakukan peninjauan,  Senin (19/04/2021).

"Bukan hanya di lingkungan keluarga saja untuk saling menjaga dan menguatkannya, namun di lingkungan sekolahan pun sama, jika melanggar Prokes pastinya dievaluasi dan ditiadakan untuk PTM,"tandas Wali Kota.

Pria asli Lamongan ini menginformasikan, adanya peningkatan angka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama pembelajaran secara daring (online). Ditambah lagi, keinginan dari para orang tua agar digelar PTM sebesar 85 persen.

"Sehingga terbitlah SE Wali Kota nomor 15 tahun 2021. Dalam rangka mengawali pembelajaran sekolah dengan catatan sarpras protokol kesehatan mesti dipenuhi dan dipatuhi secara ketat tanpa terkecuali. Menyambut kehidupan baru normal khususnya di dunia pendidikan," imbuhnya.

Wali Kota Malang Sutiaji, Ketua Komisi D DPRD setempat Ahmad Wanedi, Sekretaris Komisi D Rokhmad dan Kadinkes dr Husnul Muarif saat menyapa siswa SMPN 6 Malang.

Kepala Dindikbud Kota Malang, Suwarjana menambahkan, setelah giat pemantauan Wali Kota dia segera mengumpulkan para pengawas sekolah. Dalam rangka mengevaluasi apa yang menjadi kekurangan pelaksanaan PTM. Penyelenggaraan PTM SD/SMP mencapai 85 persenan. Setiap hari Dindikbud akan melakukan evaluasi, mengingat minggu depan tanggal 26 April 2021 kelas 6 SD akan menjalani ujian.

"Bagi orang tua yang belum menghendaki ujian di sekolah kendati online, kami tetap memfasilitasi ujian di rumah, tapi seorang pengawas kami hadirkan ke rumah siswa. Dalam rangka mengedepankan nilai kejujuran saat mengikuti ujian sekolah,"kata mantan Kabag Umum Setda Kota Malang. (iwa/ns)