Ketua DPRD Jatim: Kades Jangan Takut Gunakan Dana Desa untuk Cegah Covid-19

Ketua DPRD Jatim: Kades Jangan Takut Gunakan Dana Desa untuk Cegah Covid-19
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi saat melakukan penyerapan aspirasi masyarakat reses I tahun 2020 di Pendopo Kantor Balai Desa Pepelegi, Sidoarjo.

SURABAYA, HARIAN BANGSA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi, SH meminta pada semua kepala desa di Jawa Timur untuk tidak takut menggunakan dana desa yang telah digelontor pemerintah untuk pengendalian Covid-19 atau virus corona. Realokasi dana desa sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan Kusnadi disela penyerapan aspirasi masyarakat reses I tahun 2020 di Pendopo Kantor Balai Desa Pepelegi, Sidoarjo, Sabtu (4/4) lalu.

 

Realokasi anggaran itu menurut Kusnadi sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19. SE tersebut dikeluarkan sebagai dasar hukum pelaksanaan realokasi dana desa. Surat dikeluarkan pada 24 Maret 2020.

 

"Jangan takut lagi, karena Permendes juga sudah ada. Bahwa memang periode pertama pencairan dana desa yang 40 persen itu dipergunakan untuk kepentingan pengendalian Covid-19,"kata pria dari Fraksi PDIP daerah pemilihan Jatim 2 (Kabupaten Sidoarjo) ini.

 

Diakui Kusnadi, masih banyak kepala desa yang takut dan ragu menggunakan anggaran dana desa dan alokasi dana desa karena alasan hukum.

 

"Dengan kondisi mewabahnya Covid-19, jangan takut mengalihkan dana desa untuk penanganan,"jelasnya.

 

Bagaimana dengan kebutuhan insfrastruktur dari anggaran tersebut? Menurut Kusnadi, pihaknya akan membicarakan lebih lanjut kepada Pemerintah Provinsi.

 

"Kami lakukan dengan bantuan-bantuan hibah dari Provinsi. Ini untuk menutupi kebutuhan insfrastruktur masyarakat,"terangnya.

 

Kusnadi yang juga Ketua DPD PDIP Jatim ini mengimbau seluruh masyarakat, khususnya bagi perantauan yang kembali ke kampung untuk proaktif melaporkan ke pemerintah desa. Hal ini guna untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Silent carrier atau penderita Covid-19 tanpa gejala mungkin menjadi salah satu penyebab virus sulit dikendalikan. Dengan tidak adanya gejala, kata dia, seseorang dapat merasa sehat dan masih beraktivitas seperti biasa. Namun, ia dapat menularkan penyakit pada orang lain dan virus menyebar tanpa dapat dikendalikan.

 

"Ini yang sedang kita imbau sekarang ini. Warga harus proaktif. Karena nanti akan banyak perantau itu pulang ke wilayahnya masing-masing. Bukan hanya dari Indonesia saja, tapi juga luar negeri. Seperti dari Malaysia, Hongkong, Taiwan, dan negara-negara lainnya yang sudah menjadi zona merah,"pungkas Kusnadi. (mid/ns)