Kiai, Alim Ulama dan Santri Pertahankan Ekonomi Madiun saat Pandemi

Kiai, Alim Ulama dan Santri Pertahankan Ekonomi Madiun saat Pandemi
Bupati Madiun saat sambutan. foto-foto: hendro/HARIAN BANGSA

Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Madiun

 

Madiun - HARIAN BANGSA

Pelaksanaan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di saat pandemi mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan, dengan tetap berpedoman pada Protokol Kesehatan, dalam rangka pengendalian dan pencegahan Covid-19.

 

Kesederhanaan dan kekhidmatan nampak saat pembukaan HSN, di Kabupaten Madiun, yang dibuka di dua tempat. Yaitu di makan Kuncen Mejayan dan Makam Sewulan Dagangan. 

 

Acara ini secara resmi dibuka oleh Bupati Madiun, Jumat (2/10) beberapa minggu laly,  dengan dihadiri seluruh para alim ulama Kabupaten Madiun.

 

Pada pembukaan Hari Santri Nasional , Bupati Madiun H Ahmad Dawami mengajak para santri Kabupaten Madiun untuk tetap ikhtiar mematuhi protokol kesehatan COVID-19, dan santri derek kiai (mengikuti dan taat perintah Kyai). “Santri derek Kiai, hal ini mencerminkan bahwa santri harus patuh dengan perintah Kiainya, juga perencanaan dan pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Madiun,  selama ini juga melibatkan campur tangan para alim ulama. Antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan para alim ulama sudah sejalan dalam menjalin kebersamaan untuk membangun Kabupaten Madiun," kata Bupati.

 

Bupati juga menegaskan, memakai masker merupakan ikhtiar dalam melawan covid – 19 dan pandemi bisa segera hilang dari Indonesia. "Bermasker adalah ikhtiar kita dalam melawan covid-19. Mudah-mudahan kita mendapat keteladanan dari alim ulama sebelumnya, dan pandemi ini segera hilang dari bumi kita Indonesia," harapnya dengan khusyu.

 

 

Penetapan HSN, berdasarkan Fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari, dimaksudkan untuk melawan kolonialisme dan penjajahan. Maka jihad hari ini adalah bersatu melawan wabah agar kita semua diberi keselamatan dan kesehatan. 

 

Sehingga Hari Santri Nasional 2020 secara khusus mengusung tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Isu kesehatan diangkat berdasarkan fakta pandemi virus corona. 

 

Hal ini tercermin di Puncak Peringatan HSN 2020  Kabupaten Madiun yang dilakukan secara sederhana akibat pandemi covid – 19, hanya berupa apel di Halaman Pendopo Ronggo Djoemeno, Kamis (22/10). Tetap memberlakukan protokol kesehatan ketat. 

 

Bupati Madiun H Ahmad Dawami bertindak sebagai Selaku inspektur upacara, dihadiri Wakil Bupati H Hari Wuryanto, Sekda Tontro Pahlawanto, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK 

Kabupaten Madiun, dan sejumlah tokoh Islam di Kabupaten Madiun. 

 

Sedangkan peserta upacara datang dari Ansor, Banser, Fatayat, IBNU dan IPPNU.

 

Mengawali sambutannya, Bupati mengucapkan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri di Indonesia. Bupati juga mengapresiasi peran kiai, alim ulama dan santri telah memberi kontribusi dalam pembangunan dan kemajuan di Kabupaten Madiun.

 

“Tidak kita pungkiri jika kiai, alim ulama dan santri, selama ini telah memberi kontribusi dalam pembangunan dan kemajuan di Kabupaten Madiun.Dan Hari Santri dijadikan momen bersama untuk membangkitkan semangat mempertahankan keutuhan NKRI, khususnya untuk menghadapi ‘musuh’ tak terlihat yang bernama covid – 19,” puji Bupati yang juga sering di panggil Kaji Mbing.

 

 

Selain itu, Kaji Mbing juga menilai adanya peran besar dari  kiai, alim ulama dan santri dalam mempertahankan ekonomi sehingga tidak terjadi kontraksi ekonomi, yang berarti di Kabupaten berjuluk Kampung Pesilat.

 

“Peran dan andil kiai, alim ulama dan santri di Kabupaten Madiun dalam mempertahankan ekonomi sangat besar, sehingga tidak terjadi kontraksi ekonomi yang berarti di Kabupaten Madiun. Kiai, alim ulama dan santri agar senantiasa menjaga imunitas tubuh, jaga iman, jaga masyarakat, dan terus tingkatkan disiplin protokol kesehatan. Karena ketiga hal itu merupakan vaksin paling mujarab saat ini,” pungkas Kaji Mbing (hen/ros)