Panen Jagung di Lahan Perhutani Tuban, Hasil Cukup Melimpah

"Di KPH Tuban sendiri ada 2.920,6 hektar dengan rencana hasil produksi jagung sebesar 6.425 ton yang melibatkan 65 LMDH,"ujar Administratur Perhutani KPH Tuban, Tulus Budiyadi

Panen Jagung di Lahan Perhutani Tuban, Hasil Cukup Melimpah
Perhutani  dan HKTI secara simbolis menggelar panen raya jagung di kawasan hutan di Tuban

Tuban, HB.net  - Hasil panen jagung di lahan Perhutani Kabupaten Tuban cukup melimpah. Bahkan, ikut menyumbang kebutuhan di tingkat Jawa Timur.  Meski di Jatim produksi atau hasil panen jagung mengalami surplus, namun sebagian hasil produksi itu didapat dari wilayah Tuban. Salah satu diantaranya berasal dari petani yang menggarap lahan perhutani.

"Di KPH Tuban sendiri ada 2.920,6 hektar dengan rencana hasil produksi jagung sebesar 6.425 ton yang melibatkan 65 LMDH,"ujar Administratur Perhutani KPH Tuban, Tulus Budiyadi kepada HARIAN BANGSA, Minggun(7/3).

Ia menambahkan, untuk menampung hasil panen pihak Perhutani langsung menggandeng dengan Koperasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Berkat kerja sama ini petani tidak kesulitan dalam memasarkan hasil panenannya. Ditambah lagi untuk harganya juga cocok yakni mendekati nilai Rp 5 ribu perkilogram.

"Kerja sama dengan HKTI juga sudah ditandai dengan nota kesepahaman antara kedua belah pihak. Termasuk kemarin kami juga sudah melakukan panen raya di lahan perhutani yang terletak di Desa Minohorejo, Kecamatan Widang,"paparnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Jatim, Karuniawan Purwanto Sanjaya mejelaskan, panen raya di KPH Tuban ini merupakan tempat bersejarah. Sebab, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan surat izin bagi para petani untuk menggarap lahan hutan di lokasi tersebut selama 35 tahun.

"Sebagaimana diketahui, jagung merupakan andalan bagi petani Tuban. Sebab, Tuban dinyatakan sebagai lumbung jagung terbesar di Jawa Timur. MoU yang dilakukan Perhutani dengan HKTI bisa menjadikan Tuban luar biasa,"beber Kadivre Perhutani Jatim itu.

Ia menegaskan, sebagai bentuk dukungan, Perhutani akan terus berupaya meningkatkan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh petani hutan. Termasuk pemasaran, sebab hasil panen masyarakat melimpah, makan kesejahteraan petani juga akan semakin meningkat.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Umum HKTI, Dody Imron Kholid mengaku, saat ini yang menjadi permasalahan petani di Indonesia ialah modal, infrastruktur, dan pangsa pasar. Sedangkan tugas HKTI untuk menyambungkan kebutuhan petani dengan instansi pemerintah, badan hukum dan lainnya.

"Alhamdulilah sekarang lahan sudah ada milik perhutanan sosial, kemudian bibit ada, serta pangsa pasar juga sudah kami siapkan. Jadi persoalan petani saat ini sudah kita bantu menyelesaikan,"terangnya.

Menurutnya, tugas HKTI sendiri ialah membantu penjualan hasil panen dari petani dengan memutus mata rantai tengkulak agar bisa langsung diterima pabrik. Kemudian, memfasilitasi petani jagung kawasan hutan agar bisa mendapatkan benih dan pupuk bersubsidi. Selanjutnya, meningkatkan kesejahteraan petani kawasan hutan karena sudah turut serta memberikan kontribusi terhadap produktifitas jagung di wilayah Kabupaten Tuban.(wan/ns)