Pengecekan Diperketat, Kualitas Beras BPNT di Wilayah Bancar Layak Konsumsi

Pengecekan Diperketat, Kualitas Beras BPNT di Wilayah Bancar Layak Konsumsi
Suasana pengecekan kualitas beras. foto: suwandi/HARIAN BANGSA
Pengecekan Diperketat, Kualitas Beras BPNT di Wilayah Bancar Layak Konsumsi
Pengecekan Diperketat, Kualitas Beras BPNT di Wilayah Bancar Layak Konsumsi

Tuban - HARIAN BANGSA

 

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk komoditi beras di wilayah Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban terus membaik dan tidak ada masalah terkait kualitasnya. 

 

Pasalnya, saat ini KPM di wilayah Tuban ujung barat tersebut lebih memilih Beras Premium dibanding Medium. Tak hanya itu, sebelum didistribusikan beras tersebut juga dicek secara ketat oleh pihak terkait.

 

Pendamping TKSK Kecamatan Bancar, Abdul Wahab menyatakan, kualitas beras BPNT saat ini tidak ada masalah. Total 4.892 KPM yang hanya memilih beras medium hanya sekitar 280 orang. Sedangkan, sisanya dari itu KPM memilih beras kualitas premium.

 

"Yang memilih beras medium hanya 280 KPM. Sedangkan, sisanya memilih beras premium. Dan memang saat ini setiap KPM bebas order kualitas beras yang diinginkan," ujar Abdul Wahab saat pengecekan beras di Pendopo Kecamatan Bancar, Selasa (10/11).

 

Kata dia, berat beras yang diterima KPM antara jenis premium dan medium berbeda. Jika KPM mengorder beras kualitas medium maka yang diperoleh 15 kilogram. Sedangkan, bagi KPM yang memesan jenis premium maka mendapatkan beras sebanyak 13 kilogram.

 

"Sejak sistem order ini KPM tidak ada lagi yang komplain soal kualitas beras," paparnya.

 

Pendamping TKSK asli Bancar ini menyampaikan, meski mayoritas beras yang diorder kualitas premium, namun proses pengecekan tetapi dilakukan. Mulai tingkat kecamatan, beras dari penyuplai diperiksa terlebih dahulu oleh jajaran Dinsos, Forkompimka, Ketua Paguyuban Agen, Pendamping BSP dan TKSK. Jika kualitas beras ditetapkan layak maka bisa didroping ke agen yang tersebar se-Wilayah Kecamatan Bancar.

 

"Tapi kalau ketika dicek ternyata kualitas beras tidak sesuai yang diharapkan, maka penyuplai diminta mengganti," beber Wahab begitu sapaan akrabnya.

 

TKSK Kecamatan Bancar menegaskan, jika di lapangan masih ditemukan sedikit atau banyak barang yang dibawah standar, maka agen boleh menukar pada penyuplai. Selanjutnya, semisal KPM menerima beras yang tidak layak konsumsi maka bisa dikembalikan pada agen. Lalu agen nanti akan mengganti dan mengembalikan pada supliyer.

 

"Kalau gak layak sebaiknya dikembalikan agar nanti diganti," timpalnya.

 

Sementara itu, sejak diberlakukan order pengadaan beras BPNT tersebut ternyata mendapatkan respon positif dari agen. Meski harus mendata dulu pada KPM terhadap beras yang dipesan. Namun, hal itu dinilai memudahkan agen dalam mendata KPM sesuai permintaan beras yang diinginkan.

 

"Jadi sebelum beras diberikan pada agen, dilakukan pendataan dulu. KPM itu menerim beras Premiun atau Medium," kata Ainul Huda salah satu agen di Desa Sembungin, Kecamatan Bancar.

 

Agen pun meminta agar pelayanan ini tetap dipertahankan. Karena bagaimanpun kepuasan KPM merupakan tujuan utama program BPNT.

 

"Ini haknya warga kurang mampu, sehingga harus diberikan semestinya dan sesuai keinginannya," tambah Huda sapaan akrabnya.

 

Dikonfirmas terpisah, Siswati salah satu KPM asal Desa Siding, Kecamatan Bancar mengaku, senang dengan kualitas beras yang diterima. Sebab, saat ini beras yang diberikan agen pada KPM sudah layak konsumsi. Selain itu, setiap KPM juga bebas order pada agen, jadi beras yang diterima sudah sesuai keinginan.

 

"Memang beda dengan sebelumnya, kalau beberapa bulan terkahir ini saya memgambil beras yang premium. Alhamdulillah berasnya bagus," tutur Siswati saat ditemui di kediamannya.

 

Mengenai droping beras BPNT yang tak ada masalah mendapatkan apresiasi dari Camat Bancar, Sutaji. Ia menilai sejauh ini pemkab terus mengevaluasi jalan program BPNT. Bahkan, agar kualitas beras terjaga proses pengecekan pun dilakukan oleh berbagi instansi. Mulai jajaran Forkompimka, Pihak Dinsos, TKSK dan Paguyuban Agen di wilayah setempat. Diharapkan, prestasi dan kepuasan KPM ini terus dipertahankan. Sebab, program BPNT memang haknha bagi warga yang kurang mampu.

 

"Kami yang berada ditingkat kecamatan akan selalu memantau droping beras, sebelum diberikan pada KPM," tegas Mantan Sekcam Singgahan ini.(wan/ros)