Sidoarjo Butuh Sentuhan Lulusan Unusida

Kendati pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo terbaik se-Jatim dan nasional, namun daerah ini masih membutuhkan sentuhan tangan lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida).

Sidoarjo Butuh Sentuhan Lulusan Unusida
Pj. Bupati Hudiyono menghadiri Wisuda Unusida, di Hotel Utami, Sabtu (28/11).

Sidoarjo, HARIAN BANGSA.net - Kendati pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo terbaik se-Jatim dan nasional, namun daerah ini masih membutuhkan sentuhan tangan lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida).

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono dalam sambutan menghadiri Rapat Terbuka Senat Unusida Wisuda ke-3 di Aula Madinah, Hotel Utami Juanda, Sidoarjo, Sabtu (28/11).

Kata Hudiyono, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo saat ini sebesar 5,85 persen. Sedangkan Jatim sendiri 5,5 persen dan nasional 5 persen. Menurutnya itu berarti masyarakat Sidoarjo berada di kelas menengah ke atas yang berpenghasilan Rp 94 juta pertahun.

Namun lanjut Pj. bupati, masyarakat diminta tidak terjebak di zona nyaman pertumbuhan ekonomi tersebut. Lulusan Unusida diharapkan dapat memiliki motivasi untuk berinovasi dan berkreasi.

Bagaimana meningkatkan PAD di sektor pariwisata maupun pertanian dapat dilakukan oleh lulusan Unusida. PAD Kabupaten Sidoarjo sendiri 40 persennya dari sektor industri.

"Mungkin Anda (lulusan Unusida) punya inovasi bagaimana PAD pariwisata, bagaimana PAD di sektor pertanian, ini menunggu sentuhan, menunggu pemikiran, menunggu usaha-usaha dari kalian semua," ungkap Hudiyono.

Sementara itu, Rektor Unusida Dr Fatkul Anam meminta lulusan Unusida yang sudah bekerja mampu membuktikan gelar sarjana membuat bekerja lebih kreatif, inovatif dan produktif.

Fatkul Anam juga berharap lulusan Unusida juga dapat membuktikan kepada keluarga dan masyarakat bahwa sarjana Unusida memiliki kualitas, keunggulan dan ketangguhan serta integritas yang siap bekerja secara cerdas dan tuntas.

Dia menambahkan, perkuliahan di perguruan tinggi bukan akhir dari sebuah perjalanan studi. Belajar adalah misi sepanjang hayat.

Dikatakannya dunia nyata yang akan dimasuki lulusan Unusida adalah kelas tanpa dinding, kampus tanpa pagar dan laboratorium kehidupan. "Saudara dapat belajar banyak hal yang belum sempat saudara pelajari dikampus," ucapnya.

Dalam wisuda Unusida tahun ini terdapat 230 mahasiswa yang diwisuda. Mereka terdiri dari fakultas teknik, ilmu komputer, ekonomi, dan keguruan ilmu pendidikan. Wisuda digelar dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. (sta/rd)