Tawarkan Pembayaran Digital untuk Pulihkan Ekonomi

Berdasarkan hasil survei OJK tahun 2019, indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia sudah meningkat menjadi 76,19 persen dalam 3 tahun. Sedangkan indeks literasi keuangan ada di angka 38,03 persen.

Tawarkan Pembayaran Digital untuk Pulihkan Ekonomi
Proses pembayaran yang bisa dilakukan secara digital dengan banyak pilihan.

Surabaya, HARIAN BANGSA.net - Berdasarkan hasil survei OJK tahun 2019, indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia sudah meningkat menjadi 76,19 persen dalam 3 tahun. Sedangkan  indeks literasi keuangan ada di angka 38,03 persen.

Angka ini menunjukkan masih banyak ruang untuk mendorong literasi keuangan. Sehingga masyarakat paham terkait produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan mereka. Hal ini juga mendukung arahan Presiden Jokowi yang menargetkan inklusi keuangan menjadi 90 persen dalam 3 tahun ke depan.

VP of Public Relations Blibli Yolanda Nainggolan mengatakan, dengan customer satisfaction first, pihaknya memastikan para seller dan pelanggan mendapatkan fitur dan solusi keuangan terlengkap. Namun juga mempunyai literasi keuangan yang baik supaya bisa memaksimalkan fasilitas yang tersedia.

"Seller dan pelanggan yang menggunakan fitur dan solusi keuangan terutama digital, akan memperlancar konsumsi dan transaksi. Dua kegiatan itu akan mempercepat pemulihan ekonomi di era tatanan baru," ungkapnya, minggu (18/10).

Blibli sendiri menawarkan 10 metode pembayaran bersama. Total 38 mitra yang meliputi uang elektronik, kartu kredit atau debit, internet banking, dan transfer virtual account. Juga PayLater sebagai fasilitas kredit, belanja sekarang dan membayar nanti.

"Selain itu, kami juga menyediakan solusi omnichannel yang mengintegrasikan kanal online dan offline milik seller. Seller bisa menghubungkan toko offline mereka ke fitur dan teknologi layanan keuangan digital sehingga dapat memperlancar transaksi dengan pelanggan," terangnya.

Dengan menyediakan layanan transaksi pembayaran yang lengkap dan aman, juga bisa memutus penyebaran civid-19 karena tanpa kontak langsung. "Kami berharap dapat mendukung pemerintah meningkatkan akses masyarakat pada produk layanan jasa keuangan sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.(sby1/rd)