Gelar Rakor Bersama TKPKD soal Kemiskinan Situbondo, Bupati Karna Target Akhir 2021 Turun 0,67 Persen

Dalam sambutannya, Bung Karna, sapaan akrab Bupati Situbondo menyampaikan, akhir Desember 2021, dirinya bersama Wakil Bupati Situbondo, Khoirani menargetkan, angka kemiskinan di Situbondo, harus turun 0,67 persen.

Gelar Rakor Bersama TKPKD soal Kemiskinan Situbondo, Bupati Karna Target Akhir 2021 Turun 0,67 Persen
 Bupati Situbondo, Karna Suswandi saat memberikan sambutan.

Situbondo, HB.net - Bupati Situbondo, Karna Suswandi menggelar Rapat Koordinasi bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), agenda dilaksanakan dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrim dampak pandemi Covid-49 melalui konvergensi pemanfaatan anggaran dan konsolidasi program atau kegiatan.

Dalam sambutannya, Bung Karna, sapaan akrab Bupati Situbondo menyampaikan, akhir Desember 2021, dirinya bersama Wakil Bupati Situbondo, Khoirani menargetkan, angka kemiskinan di Situbondo, harus turun 0,67 persen.

"Angka kemiskinan di Situbondo masih tinggi. Untuk itu, pada akhir tahun 2021, saya bersama Wakil Bupati Situbondo menargetkan angka kemiskinan harus turun," ujarnya di Pendopo Kabupaten, Situbondo, Rabu (17/11).

Bung Karna mengemukakan, pada tahun 2020 lalu, kemiskinan di Situbondo, menyentuh angka 12,22 persen atau sebanyak 83.740 orang. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya 11,20 persen dari jumlah penduduk miskin di Situbondo.

"Angka kemiskinan kita harus turun 0,67 persen sesuai dengan target yang telah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah atau yang biasa kita sebut RPJMD," kata Bung Karna di depan peserta rapat.

 Bupati Situbondo, Karna Suswandi, bersama peserta rapat koordinasi TKPKD.

Mantan kepala Dinas PUPR Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Lumajang ini mengaku, untuk menurunkan angka kemiskinan di tengah pandemi COVID-19 sangatlah sulit. Sebab hal itu erat kaitannya dengan kondisi perekonomian masyarakat, termasuk berkurangnya suntikan anggaran dari pemerintah pusat.

"Kita berupaya menekan angka kemiskinan dari 12,22 persen menjadi 11,55 persen hingga akhir tahun. Menurunkan satu digit di era pandemi sangatlah sulit. Perlu kerja keras dan strategi," papar Bung Karna.

Untuk itu, lanjut Bung Karna, ia meminta kepada Dinas Sosial agar menyampaikan data terpadu kesejahteraan sosial atau DTKS ke semua OPD. Melalui data tersebut, bisa dilakukan pemetaan untuk mengetahui kantong kemiskinan, yang nantinya menjadi sasaran menekan angka kemiskinan.

"Data ini penting. Agar sasaran terarah. Misalkan untuk merealisasikan program rumah tak layak huni, dan lainnya. Sehingga saat dilakukan evaluasi, hasilnya jelas," tuturnya.

Wakil Bupati Situbondo, Khoirani juga tampak hadir dalam rakor TKPKD.

Putra asli daerah Situbondo ini berharap, agar pengurangan angka kemiskinan dilakukan secara sinergis antar organisasi perangkat daerah (OPD). Lepaskan ego sektoral, dan jadikan RPJMD sebagai pedoman dalam pelaksanaan program pengentasan kemiskinan.

“Lepas ego sektoral. Ingat, RPJMD itu harus menjadi pedoman semua pimpinan organisasi perangkat daerah, untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya," tutup Bung Karna. (mur/ns)