ITS Kenalkan Autonomous Bathymetric Survey Vehicle untuk Pemetaan Perairan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan keunggulannya di dunia kemaritiman dengan membuat inovasi pada intelligence boat (i-Boat) untuk pelaksanaan survei hidrografi.

ITS Kenalkan Autonomous Bathymetric Survey Vehicle untuk Pemetaan Perairan
Ketua peneliti Danar Guruh Pratomo ST MT PhD saat menjelaskan inovasi Autonomous Bathymetric Survey Vehicle pada Demoday ITS

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan keunggulannya di dunia kemaritiman dengan membuat inovasi pada intelligence boat (i-Boat) untuk pelaksanaan survei hidrografi. Inovasi ini bernama Autonomous Bathymetric Survey Vehicle yang resmi dikenalkan pada kegiatan Demoday, Rabu (28/2).

Ketua peneliti Danar Guruh Pratomo menjelaskan bahwa Autonomous Bathymetric Survey Vehicle ini merupakan sebuah kapal yang beroperasi secara otonom dan terintegrasi dengan instrumen pengukuran survei batimetri. “Sistem ini untuk memudahkan surveyor dalam melakukan pengukuran tanpa harus ke lapangan secara langsung,” jelas Danar.

Lebih lanjut, Danar menyampaikan bahwa kapal ini dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, salah satunya pemetaan kedalaman pada area pelabuhan guna menentukan lokasi pendangkalan. Autonomous Bathymetric Survey Vehicle dirancang untuk mencapai hampir semua kedalaman perairan laut, danau, sungai, dan area pelabuhan dengan hasil data batimetri yang presisi dan akurat.

Adapun instrumen yang terpasang pada i-Boat, yaitu Multibeam Echosounder (MBES) untuk mengetahui topografi di dasar perairan dan Sub-Bottom Profiler (SBP) untuk penggambaran lapisan sedimen di dasar perairan.

Tak hanya itu, sensor Light Distance and Ranging (Lidar) dan Telemetry Sensor juga dipasang untuk mendeteksi jarak serta objek pada area survei. “Untuk mengetahui koordinat posisi, kami menggunakan sistem satelit,” jelasnya.

Kepala Departemen Teknik Geomatika ITS ini menyampaikan, dengan terintegrasinya instrumen tersebut dapat meningkatkan efisiensi survei terutama di perairan dangkal. Dengan berkurangnya surveyor yang turun ke lapangan dapat menawarkan nilai ekonomis yang lebih murah. “Manfaat yang utama adalah meminimalkan risiko kecelakaan kerja pada surveyor itu sendiri,” ungkap Danar.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Science Techno Park (STP) ITS - Gapura Maritime Innovation Center & Teaching Factory, Bangkalan, Madura ini turut menggandeng pihak-pihak industri di bidang teknologi kemaritiman. Antara lain PT Hidronav Tehnikatama, PT Aerotek Global Inovasi, dan PT Bintang Timur Samudera. Penelitian ini juga termasuk ke dalam program Higher Education for Technology and Innovation (HETI) yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati  menyatakan, produk inovasi ini menjadi bukti bahwa bidang maritim ITS semakin baik. Harapannya, ITS dapat menjadi leading institution di bidang maritim. “Semoga Autonomous Bathymetric Survey Vehicle ini dapat digunakan oleh mitra-mitra terkait untuk melakukan survei di perairan,” harap Bambang.(rd)