Sambut New Normal dan Sukseskan Program Sikomandan, Disnak Jatim Bagikan Disinfektan pada Petugas Kawin Suntik  

Sambut New Normal dan Sukseskan Program Sikomandan, Disnak Jatim Bagikan Disinfektan pada Petugas Kawin Suntik  

SURABAYA, HARIANBANGSA.net - Dalam rangka menyongsong New Normal Pandemi Covid-19, Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jawa Timur membagikan alat dan bahan desinfeksi berupa desinfektan dan spraiyer kepada 1.485 petugas kawin suntik atau yang lebih akrab disebut “inseminator” di 34 Kabupaten/Kota se Jawa Timur. Desinfektan sangat dibutuhkan oleh petugas lapangan untuk melakukan desinfeksi atau sterilisasi peralatan kawin suntik yang digunakan setiap harinya oleh petugas.

Inseminator merupakan ujung tombak dalam rangka peningkatan populasi sapi melalui kawin suntik/inseminasi buatan. Pada saat pandemi Covid-19 mereka tetap harus melakukan pelayanan kawin suntik sapi dari peternak ke peternak, sehingga kesehatanya harus dijaga. Dalam rangka melindungi ujung tombak tersebut maka Disnak Provinsi Jatim membelaki mereka sarana penerapan Protokol Kesehatan.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 dijadikan sebagai sentra pembangunan peternakan Nasional melalui kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting atau yang akrab dengan sebutan Upsus Siwab. Kontribusi Jawa Timur terhadap target Upsus Siwab Nasional setiap tahunnya adalah sebesar 43% (1,3 juta ekor) dan Jawa Timur mampu merealisasikan 1,6 juta (125%) ekor setiap tahunnya.

“Tiga tahun pelaksanaan program Upsus Siwab di Jawa Timur secara nyata telah dirasakan manfaatnya secara luas oleh peternak dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,”ujar Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, drh. Wemmi Niamawati, MMA.

Dirinci oleh Wemmi, adapun nilai tambah yang didapatkan adalah setara dengan 25 triliun Rupiah dengan rincian sbb :

1. Kelahiran pedet (anak sapi) sebanyak 3,1 juta ekor dengan nilai tambah setara Rp 24,9 triliun Rupiah (jika harga pedet hasil IB rata-rata Rp 8 juta).

2. Kompos (Pupuk Organik) dari kotoran sapi sebanyak 48.000 ton dengan nilai tambah setara Rp 143 miliar.

3. Biogas dari kotoran ternak sebanyak 175.000 kg dengan nilai tambah setara Rp 1 miliar.

“Mengingat begitu besar nilai tambah yang didapat dari kegiatan Upsus Siwab, maka pada tahun 2020, program tetap dilanjutkan dengan nama Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri),”terang dia.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui program Sikomandan pada tahun 2020 telah mentargetkan kelahiran sapi dan kerbau secara Nasional sebanyak 4 juta ekor dengan harapan kontribusi kelahiran dari Jawa Timur sebesar 30% atau 1,2 juta ekor. Ini membuktikan bahwa Provinsi Jawa Timur tetap merupakan salah satu tumpuan pelaksanaan Sikomandan di tingkat Nasional.

Dalam rangka mendukung upaya Kementerian Pertanian melakukan percepatan peningkatan populasi sapi di Indonesia menuju Swasembada Protein Hewani 2024, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melakukan akselerasi berupa Inseminasi Buatan Sejuta Lebih Anakan Sapi (Intan Selaksa). Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan kelahiran sapi minimal 1 juta ekor setiap tahunnya. Dengan kelahiran anakan sapi akan berdampak pada peningkatan pendapatan peternak menuju masyarakat Jawa Timur Sejahtera, tentu ini selaras dengan misi ibu Gubernur Jawa Timur yakni misi ke-6 Jatim Agro.

Pada kesempatan terpisah, Kepala UPT. Insemiansi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dr.drh. Iswahyudi, MP mengatakan, untuk Intan Selaksa di Jawa Timur didukung SDM terlatih dan tersertifikasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebanyak 4.139 petugas yang terdiri dari Medik Veteriner (dokter hewan) dan Paramedik  Veteriner (petugas IB, PKB, ATR dan Keswan).

Lebih lanjut Iswahyudi mengatakan, Intan Selaksa di Jawa Timur pada tahun 2019 telah mendapatkan beberapa apresiasi/penghargaan dari pihak eksternal, beberapa penghargaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Inovasi Intan Selaksa masuk dalam TOP 25 urutan ke 6 Lomba Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi Pemprov Jatim;

2. Inovasi Intan Selaksa masuk dalam 10 besar Nasional Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembagunan Nasional/BAPENAS dan pada tanggal 11 sd 13 Maret 2020 akan dilakukan penilaian lapangan untuk menentukan peringkat tiga (3) besar.

3. Inovasi Intan Selaksa juga menjadi nominator lomba pelayanan publik tingkat Nasional sebagai upaya untuk menurunkan inflasi daerah yang diselenggarakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia;

4. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapatkan penghargaan dari Menteri Pertanian pada tahun 2019 sebagai Provinsi dengan jumlah akseptor terbanyak di Indonesia untuk mendukung Pelaksanaan Upsus Siwab

5. Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mendapatkan penghargaan dari Dirjen PKH sebagai Juara I Penilaian Kinerja  Pelayanan Pemerintah Daerah Wilayah Dominan IB pada tahun 2019.

“Terkait Sikomandan yang merupakan program lanjutan dari Upsus Siwab, Provinsi Jawa Timur pada tahun 2020 mendapatkan target dari Kementerian Pertanian untuk melakukan inseminasi buatan (kawin suntik) sebanyak 1.867.000 akseptor (terjadi peningkatan target akseptor sebesar 44% jika dibandingkan dengan target akseptor tahun 2019),”ujar Iswahyudi.

Demikian juga kelahiran, Jawa Timur ditarget kelahiran sebanyak 1.190.000 ekor (terjadi peningkatan target kelahiran sebesar 64% jika dibandingkan dengan target lahir tahun 2019).

“Ini tentu sangat beralasan, karena dari total populasi sapi potong dan perah dan kerbau sebanyak 5 juta ekor terdapat 1,85 juta akseptor yang siap menjadi target optimalisasi inseminasi buatan (kawin suntik),”pungkas dia. (mad/ns)