Sinergi Pengelolaan Kebun, PTPN XI Lepas Tebu Jolondoro

Kebun seluas 747 hektar tersebut dikenal memiliki produktivitas tinggi yakni mencapai rerata 100 ton per hektar dan memiliki pola tebang teratur sesuai kemasakan varietasnya.

Sinergi Pengelolaan Kebun, PTPN XI Lepas Tebu Jolondoro
Direktur PTPN XI, R. Tulus Panduwidjaja gelar Kunja ke kebun Jolondoro Banyuwangi untuk persiapan pelepasan tebu Jolondoro.

Surabaya, HB.net - Keberadaan kebun tebu sebagai suplai bahan baku menjadi faktor utama bagi industri gula dalam menjalankan aktivitas memproduksi gula, tidak terkecuali PTPN XI Pabrik Gula Semboro. Selain menggiling tebu milik petani, PG yang berlokasi di Kabupaten Jember ini memiliki HGU hamparan kebun tebu baik di Jember hingga Jolondoro di Banyuwangi serta kerjasama pengelolaan kebun dengan berbagai pihak.

"Untuk penyedia bahan baku giling kami selain tebu milik petani, ada beberapa hamparan kebun tebu HGU yang terletak di Jember dan Banyuwangi yakni kebun Jolondoro. Banyak orang sepintas berpikir  rugi karena jarak ke Jember, tetapi sebaliknya, pengelolaan kebun yang baik menghasilkan tebu yang memiliki potensi tinggi dan didukung performa PG Semboro sehingga potensi gula keluar optimal," terang General Manager PG Semboro, Fajar Lazuardi saat mendampingi kunjungan kerja Direktur PTPN XI di Kebun Jolondoro, Kamis (24/06).

Kebun seluas 747 hektar tersebut dikenal memiliki produktivitas tinggi yakni mencapai rerata 100 ton per hektar dan memiliki pola tebang teratur sesuai kemasakan varietasnya. Meski demikian sebagai bagian dari sinergi dan strategi korporasi, PTPN XI akan melakukan aksi korporasi untuk tukar bahan baku tebu dari kebun Jolondoro tersebut dengan tebu lahan milik PTPN XII yang ada di Jember.

"Sinergi diantaranya tukar tebu, dengan harapan potensi yang ada dapat lebih optimal. Tebu dari Jolondoro selanjutnya akan digiling ke pabrik gula milik PTPN XII, sebaliknya tebu yang ada di lahan PTPN XII di Jember akan digiling ke PG Semboro. Kami sudah maping lokasi dan kondisi tebu di lahan tersebut serta mitigasi potensi resiko mengingat kualitas dan kondisi lahan eks tanaman tahunan tersebut untuk diambil langkah taktis. Hal ini untuk antisipasi potensi resiko yang ada sehingga tidak berpengaruh terhadap performa Pabrik,"ungkap  Direktur PTPN XI R. Tulus Panduwidjaja disela-sela kunjungan kerja. (mid/ns)