Stunting dan ODGJ di Kota Mojokerto Jadi Atensi Ketua Dewan

Meski mencatatkan angka stunting terendah se-Jatim, namun kasus kurang gizi kronis pada anak di Kota Mojokerto menjadi atensi Ketua DPRD Sunarto.

Stunting dan ODGJ di Kota Mojokerto Jadi Atensi Ketua Dewan
Sunarto (pegang mic) ketika memaparkan kasus stunting di Kota Mojokerto.

Mojokerto, HARIANBANGSA.net - Meski mencatatkan angka stunting terendah se-Jatim, namun kasus kurang gizi kronis pada anak di Kota Mojokerto menjadi atensi Ketua DPRD Sunarto. Orang nomor satu di lembaga legislatif ini meminta elemen masyarakat, terutama kader PKK mengawal setiap bayi dan anak yang terindikasi mengalami kekurangan gizi.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada 2021 Kota Mojokerto mencatatkan angka stunting terendah, yakni di angka 6,9 persen. Sementara angka stunting di Provinsi Jawa Timur pada 2021 mencapai 23,5 persen.

"Kalau ada ibu yang tengah hamil, mohon diperhatikan. Warga yang butuh lapor saja ke Dinas Kesehatan. Namun kami berharap dapat mengoptimalkan ibu-ibu PKK. Menjadikan mereka pendamping ibu dan anak yang terindikasi kekurangan gizi, " pesan Sunarto saat reses di Kelurahan Balongsari Gang V, Sabtu (19/2).

Politisi gaek dari PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan angka stunting di Kota Mojokerto tidak dapat dipandang sebelah mata. "Di Kelurahan Balongsari saja ada 15 anak. Lebih parah lagi di Gunung Gedangan ada 26 anak yang mengalami kekurangan gizi, " katanya masgul.

Ia menduga faktor perkawinan dini menjadi salah satu penyebab merebaknya kasus ini. Perkawinan dini menyebabkan pengetahuan momong bayi sangat kurang. Selain itu, faktor kemiskinan juga dimungkinkan menjadi penyebab kasus bayi kurang gizi.

"Karena SDM bangsa ditentukan oleh generasi muda. Kalau generasi mudanya ada yang stunting, mau jadi apa bangsa ini.  Mari kita bersama-sama mencegah stunting, " tandas wakil rakyat yang akrab dipanggil Itok ini.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak konstituennya yang hadir untuk mendukung program walikota Mojokerto. "Mari kita dukung program kota kita. Spirit of Mojopahit. Nantinya Kota Mojokerto diharapkan kayak Bali, " harapnya.

Dalam reses ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto. Di antaranya adalah Ketua DPC Santoso Bekti Wibowo dan Ketua Fraksi PDIP Ery Purwanti.

Sejumlah usulan masyarakat mengemuka dalam kegiatan ini. Sutikno seorang warga setempat mengungkapkan Lingkungan Balongsari Gang V sering banjir. Bahkan kalau hujan, jalan ini tidak bisa dilewati.  "Demikian dengan Lingkungan Sumolepen, drainasenya itu kan terbuka. Minta dibuatkan saluran yang tertutup dari paralon 6 dim sehingga tidak kotor dan berbau," ujarnya.

Inul, seorang konstituen juga menyatakan bahwa Kelurahan Balongsari mempunyai banyak kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). "Di Balongsari ada 48 ODGJ. Ke depannya kami meminta agar mereka dipercayakan satu pekerjaan. Kami mencari donatur untuk cucian sepeda motor untuk ODGJ agar di Balongsari teratasi meski tidak 100 persen,” ungkapnya.

Dilain sisi, Noval, warga Balongsari mengungkapkan setelah proyek gas tempo dulu, lingkungan belakang masjid itu pavingnya amblas. Amblas 100 meter.

Menyikapi berbagai permasalahan ini, Sunarto berjanji akan memperjuangkan setiap aspirasi yang ada. Ia juga meminta agar peran serta masyarakat untuk bersama mengatasi masalah sosial.  Dalam kesempatan itu, ia menyumbangkan sebuah alat semprot yang akan akan digunakan untuk pekerjaan ODGJ.(ADV/yep/rd)