TPS Raih Penghargaan dari Global Port Forum (GPF)

Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang merupakan anak usaha dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) berhasil meraih penghargaan Global Port Forum (GPF)

TPS Raih Penghargaan dari Global Port Forum (GPF)
Para penerima penghargaan Global Port Forum di Dubai.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang merupakan anak usaha dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) berhasil meraih penghargaan Global Port Forum (GPF) kategori Sustainable Port/Terminal of the Year 2023 dan kategori Emerging Port/ Terminal of the Year 2023.

Manajemen TPS yang diwakili Direktur Operasi Bambang Hasbullah dan Direktur Teknik Robby Dayoh, menerima penghargaan dari Executive Chairman of the GPF, Thomas Ng, Selasa, (28/3) lalu di Dubai.

Penghargaan ini menampilkan 80 kategori yang mengakui kontribusi para profesional di berbagai pelabuhan dan terminal dari seluruh dunia. Dewan jurinya terdiri dari para ahli pelabuhan dari Dewan Pelabuhan Global.

Peran TPS bukan hanya sebagai penghubung rantai pasok. TPS berhasil mendapatkan penghargaan tersebut setelah bersaing dengan beberapa operator terminal petikemas internasional lainnya.

Direktur Utama TPS Wahyu Widodo mengungkapkan, TPS dapat menjadi salah satu operator terminal petikemas terbaik dunia dalam penerapan bisnis berkelanjutan (sustainable port) pada terminal yang sedang berkembang.

Dalam manajemen dan operasional, TPS tidak hanya memandang profit atau keuntungan bisnis semata. Selaras dengan perkembangan bisnis, TPS tetap dalam komitmen melaksanakan bisnis dengan memperhatikan aspek-aspek kesehatan dan keselamatan kerja, sosial, ekonomi dan lingkungan.

“Penghargaan ini sebagai simbol apresiasi, sekaligus sebagai motivasi kami untuk terus bersaing di tingkat global," ungkapnya, Rabu (29/3).

Melalui penerapan kebijakan yang komperehensif ditunjang dengan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, maka komitmen TPS untuk hadir dan memberikan nilai tambah serta rmanfaatnya. Baik di ekosistem kepelabuhanan maupun masyarakat dapat terwujud. “Karena nilai kesuksesan yang sebenarnya adalah ketika semua tumbuh bersama dalam harmoni," pungkasnya. (diy/rd)