Baznas Jatim Gelar Pawai dengan Ratusan Bunda Ojol

Badan Amil Zakat (Baznas) Jawa Timur (Jatim) menggelar kegiatan Tarhib Ramadan 1445 H/2024 M dengan tema Berbagi Kebahagiaan Bersama Kaum Duafa dan Bunda Ojol bertempat di Gedung Islamic Center, Surabaya, Sabtu (18/3).

Baznas Jatim Gelar Pawai dengan Ratusan Bunda Ojol
Bunda Ojol dan ibu-Ibu jamaah pengajian Masjid Islamic Center Surabaya berpawai bersama.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Badan Amil Zakat (Baznas) Jawa Timur (Jatim) menggelar kegiatan Tarhib Ramadan 1445 H/2024 M dengan tema Berbagi Kebahagiaan Bersama Kaum Duafa dan Bunda Ojol bertempat di Gedung Islamic Center, Surabaya, Sabtu (18/3).

Pj Sekdaprov Jatim Bobby Soemiarsono, mewakili Pj Gubernur Jawa Timur Adhi Karyono yang berhalangan hadir mengatakan bahwa Baznas Jatim merupakan bagian penting dari kegiatan Pemprov Jatim dalam menyejahterakan masyarakat.

"Jadi, sangat strategis kegiatannya karena titik-titik (wilayah) yang terkadang sulit dijangkau oleh pemerintah daerah, bisa diraih oleh Baznas," kata Bobby kepada awak media.

Ia mencontohkan kegiatan pada hari ini, dengan mengumpulkan ratusan ibu yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) atau Bunda Ojol. Menurutnya, kegiatan kali ini dapat memberikan fanfaat bagi mereka menjelang datangnya bulan suci Ramadan. "Karena banyak pengeluaran tapi dibantu oleh Baznas dengan pemberian bantuan-bantuan sembako dan lain sebagainya," sebutnya mencontohkan.

Bobby menuturkan, masih ada kegiatan-kegiatan lainnya yang akan dilakukan Baznas Jatim di bulan suci Ramadan. Yakni, memberikan santunan kepada 10 ribu anak yatim yang tersebar di 10 titik di Jawa Timur.

"Yang seperti ini kan sangat bermanfaat sekali dalam mendukung program pengentasan kemiskinan yang digulirkan oleh Pemprov Jatim. Khususnya, dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem yang ada di Jawa Timur," tutur pria yang juga kepala Bapenda Jatim ini.

Ada satu lagi program yang menurutnya cukup strategis, yakni Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program ini juga berdampak dalam mengentaskan kemiskinan meskipun jangka panjang. Tapi harapannya, ujung-ujungnya bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Ketua Baznas Jatim KH Ali Maschan Moesa menegaskan bahwa Baznas Jatim merupakan lembaga pemerintah non-struktural. Ia menjelaskan, Baznas yang berada di pusat (Baznas RI) bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Sedangkan Baznas Jatim, pertanggungjawabannya kepada Gubernur Jatim.

"Tugas pokok kami adalah ikut membantu (Pemprov Jatim) dalam mengentaskan kemiskinan serta disparitas atau kesenjangan sosial yang ada di masyarakat. Dan karena Baznas itu sifatnya tidak formal pemerintah, bantuan-bantuan yang sebelumnya tidak bisa dijangkau oleh Pemprov Jatim, bisa kita kaver," jelasnya.

"Kemudian, Baznas dalam memberikan (bantuan) hari ini ya hari ini, langsung bisa. Jadi, prosesnya lebih cepat dan mudah. Tapi tetap ada proses audit dari lembaga independen, serta langsung dari Kementerian Agama Syariah dalam setiap kegiatan Baznas," tandasnya.

Titik Ernawati,, salah satu Bunda Ojol mengaku sangat senang mengikuti Pawai Tarhib Ramadan karena bisa menikmati keseruan bersama teman-teman ojol lainnya. Wanita yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya sedang menderita sakit mengaku cukup terbantukan.

"Harapannya, semoga selalu ada terus kegiatan serupa dengan bagi-bagi sembako. Terima kasih Baznas Jatim. Mudah-mudahan Baznas Jatim selalu bisa membantu orang-orang seperti kita-kita ini. Baznas Jatim semoga jaya selalu," harap warga Klampis Ngasem, Surabaya ini.

Beda dengan tahun lalu (2023), tahun ini Pawai Tarhib Ramadan diikuti sebanyak 500 lebih Bunda Ojol, yang merupakan binaan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur (Jatim).(ari/rd)