IOH dan KKP Hadirkan Program Konservasi Laut di Jembrana

Program konservasi laut di Jembrana, Bali, yang digagas Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

IOH dan KKP Hadirkan Program Konservasi Laut di Jembrana
Usai kegiatan bersih-bersih pantai.

Jembrana, HARIANBANGSA.net - Program konservasi laut di Jembrana, Bali, yang digagas Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ini menjadi salah satu kontribusi corporate social responsibility (CSR) dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Program ini sejalan dengan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) yang diusung KKP dalam kampanyenya berlangsung selama Oktober.

SVP-Head of Corporate Communications IOH Steve Saerang mengatakan, Jembrana memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata baru di Bali dengan keanekaragaman  berupa hutan mangrove. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar menarik wisatawan.

IOH terus melanjutkan program yang berfokus pada penguatan masyarakat di Desa Perancak, Jembrana melalui pelatihan pengelolaan dan penyulaman mangrove beberapa waktu lalu. Serta kegiatan bersih-bersih Pantai Pura Segara Perancak, Senin (31/10) lalu.

“Saya harap pelatihan yang diberikan kepada komunitas masyarakat Perancak dapat dimanfaatkan dan diterapkan semaksimal mungkin. Jika wisata bergerak maka otomatis roda perekonomian pun berjalan bagi masyarakat setempat,” katanya.

Program pelatihan ini berkolaborasi dengan Balai Pengelolaan Informasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPISDKP) KKP, Yayasan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, dan Yayasan Bakau Manfaat Universal (BakauMU).

Beragam materi mulai dari manfaat menjaga ekosistem mangrove, pengembangan potensi wisata mangrove, hingga praktik penyulaman mangrove yang diberikan ke Kelompok Ekowisata Desa Perancak.

Sementara bersih-bersih pantai, diikuti 20 orang, terdiri dari perwakilan Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Jembrana serta Kelompok Bina Keluarga Desa Perancak.

“Kami ingin aksi ini menjadi agenda berkelanjutan agar semakin banyak pihak yang terlibat dan menyadari dampak bahaya sampah plastik terhadap kelestarian biota laut serta ekosistem pendukungnya, sehingga target pemerintah mengurangi sampah laut sampai 70 persen pada 2025 dapat tercapai," harapnya.

Bersihkan Pesisir Pantai dari Sampah Plastik konservasi laut ini mengangkat 4 pilar utama. Yakni rehabilitasi habitat laut, penguatan komunitas konservasi penyu, pengelolaan sampah plastik di daerah pesisir, dan penguatan mata pencaharian masyarakat di lingkungan sekitar.

Penyisiran pantai dan pengumpulan sampah plastik dimulai sejak pukul 07.30-09.30 WITA. Kegiatan ditutup dengan menimbang sampah sebanyak 246 kilogram yang berhasil dikumpulkan. Selanjutnya diserahkan ke tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) untuk dibersihkan dan dipilah kembali. (diy/rd)