Kepedulian EMCL , Air sebagai Sumber Kehidupan, Tanam Ribuan Pohon dan Alirkan Air hingga ke Rumah Warga

“Beberapa jenis pohon memiliki kemampuan menahan air lebih tinggi misalnya gayam dan beringin kita tanam di sektiar Sendang Karang. Kita tanami 100 pohon gayam dan beringin  supaya ketika hujan, bisa menyimpan banyak air,” ucap Isa meyakinkan.

Kepedulian EMCL , Air sebagai Sumber Kehidupan, Tanam Ribuan Pohon dan Alirkan Air hingga ke Rumah Warga

Bojonegoro, HB.net - Dahulu, sendang-sendang di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mampu mengalirkan air hingga jauh, bahkan sampai ke Kabupaten Lamongan. Namun, kini air hanya cukup untuk memenuhi  kebutuhan pertanian warga sekitar dan sebagai air bersih.

“Hari Air Sedunia diperingati bukan hanya untuk menegaskan pentingnya air bagi kehidupan. Namun mengingatkan kita, untuk menggunakan secara bijak dan menjaga kelestariannya,” ujar  Mochamad Isa (47) warga  Desa Gunungsari.

Prihatin dengan kondisi air di desanya, Isa mengajak warga untuk memperbanyak menanam pohon, demi menahan air hujan mengalir di sendang.  Gayung bersambut, upaya itu didukung  Bappeda Bojonegoro  yang bersinergi dengan Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

“Beberapa jenis pohon memiliki kemampuan menahan air lebih tinggi misalnya gayam dan beringin kita tanam di sektiar Sendang Karang. Kita tanami 100 pohon gayam dan beringin  supaya ketika hujan, bisa menyimpan banyak air,” ucap Isa meyakinkan.

Penanaman pohon dimulai sejak September 2021. EMCL atas persetujuan SKK Migas, memulai Program Dukungan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di  sembilan  desa dari lima kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Pada pelaksanaannya, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) EMCL ini didampingi oleh Alas Institute, LSM dari Bojonegoro.  Hingga Februari 2022, EMCL telah menanam 2.950 pohon.

Jika di  Desa Gunungsari air sendang berkurang, di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, sumber air bersih melimpah  terus mengalir.  Bahkan air  mengalir hingga jadi Sungai Grogolan yang sering menjadi pemandian masyarakat. Saat debitnya banyak, warga menyediakan jasa water tubing. Wisata air sungai seperti arung jeram. Meski air melimpah, warga harus bersusah payang mengangkut sendiri untuk memenuhi kebutuhan air dalam rumah tangga.

“Perlu pembuatan saluran ke semua rumah warga,” cetus Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Ngunut, Sunaryo.

Menjawab kebutuhan tersebut, EMCL didukung SKK Migas melaksanakan Program Penataan Sumber Air di Desa Ngunut dan Desa Dander, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Mulai September 2021, LSM Ademos sebagai mitra pendamping EMCL membangun dua menara penampung air di kedua desa itu. Dari menara tersebut, dibuat saluran pipa air hingga ke rumah warga.

Kini air bersih sudah bisa dinikmati warga dari setiap rumah. Untuk Pengelolaan dan perawatan fasilitas ini, dibentuklah pengurus HIPPAM. Baik HIPPAM Desa Ngunut maupun HIPPAM Desa Dander, keduanya telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Ademos. Mulai dari manajemen aset hingga pengaturan keuangan.  Melalui program ini, telah terpasang 56 Sambungan Rumah (SR) di Desa Dander dan 20 SR di Desa Ngunut.

Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, EMCL telah melaksanakan program air bersih di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Blora sejak 2008. Hingga saat ini, telah dibangun 35 menara air di 25 desa dari 13 kecamatan di ketiga kabupaten tersebut. Lebih dari 39.000 warga telah menikmati hasilnya.

 “Program ini merupakan bagian dukungan dan kontribusi hulu migas, khususnya di wilayah operasi Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris yang dioperatori EMCL untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat,” ungkap External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin.

Berbagai program pengembangan masyarakat tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten serta didukung masyarakat. Kondusivitas ini telah menopang keberhasilan operasi Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris dalam penyediaan kebutuhan energi nasional.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro, Hanafi menyampaikan apresiasi kepada EMCL dan SKK Migas. Menurutnya, upaya-upaya Pemkab Bojonegoro dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif bisa tercapai dengan kerjasama multipihak. “Semoga sinergi baik ini akan terus berjalan dengan baik dan terus berkembang dalam berbagai sektor,” pungkasnya.  (wan/ns)