Perlindungan Perempuan dan Anak, Gubernur Minta Ada pendekatan Pentahelix

"Saya menyampaikan terima kasih pada sejumlah lembaga, instansi dan perseorangan yang mendapatkan penghargaan dari DP3AK Jatim, pada format format yang telah terapresiasi," ujar Khofifah.

Perlindungan Perempuan dan Anak, Gubernur Minta Ada pendekatan Pentahelix

Surabaya, HB.net - Gubernur Jatim menyaksikan penghargaan terhadap lembaga, instansi maupun perseorangan, atas perhatiannya terhadap perlindungan perempuan dan anak, yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur.

"Saya menyampaikan terima kasih pada sejumlah lembaga, instansi dan perseorangan yang mendapatkan penghargaan dari DP3AK Jatim, pada format format yang telah terapresiasi," ujar Khofifah, Selasa (9/3/2021).

Khofifah menambahkan, sinergitas harus dilengkapi dengan pentahelix approach atau pendekatan pentahelix. Yaitu ada pemerintah, sektor swasta, akademisi, partisipasi masyarakat, serta media.  Media berperan penting dalam proses edukasi.

"Media menjadi bagian yang sangat penting. Bagaimana proses edukasi dan penetrasi kebudayaan,"imbuh Gubernur.

Terkait dengan Kabupaten Kota layak anak, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Andriyanto mengatakan, di Jatim masih ada 3 daerah yang belum menjadi Kabupaten layak anak.

"Yaitu Kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Ponorogo," katanya.

Ia berharap, pada tahun 2021 ini, seluruh Kabupaten Kota atau sebanyak 38 daerah di Jawa Timur berhasil mendapatkan penghargaan Kabupaten Kota Layak Anak. Khususnya adalah menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi. (dev/ns)