Sempat Bikin Resah, Dinsos Evakuasi ODGJ

Dinas Sosial (Dinsos P3A) Kota Mojokerto akhirnya mengevakuasi DAP (30) asal Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto ke Griya Cinta Kasih (GCK) Jogoroto, Jombang, Senin malam (14/3).

Sempat Bikin Resah, Dinsos Evakuasi ODGJ
Penanganan ODGJ oleh Dinsos P3A Kota Mojokerto.

Mojokerto, HARIANBANGSA.net - Dinas Sosial (Dinsos P3A) Kota Mojokerto akhirnya mengevakuasi DAP (30) asal Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto ke Griya Cinta Kasih (GCK) Jogoroto, Jombang, Senin malam (14/3).

Tindakan tersebut dilakukan karena DAP mengidap gangguan jiwa dan kerap meresahkan warga sekitar. Tercatat dalam data laporan yang diterima Dinsos, terakhir pada Jumat (11/3) kemarin, lelaki tersebut telah membahayakan seorang pemotor perempuan ketika melintasi Jembatan Pulorejo bersama anaknya.

"Kemarin sudah kami koordinasikan dengan pihak keluarga, dan sepakat untuk dibawa ke panti sosial. Mengingat keluarga sudah tidak bisa menangani dan daripada makin meresahkan masyarakat," ungkap petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Prajurit Kulon, Kusnadi.

Di panti tersebut, DAP bersama ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) lainnya akan direhabilitasi. Harapannya agar ke depan warga Lingkungan Pulowetan tersebut dapat sembuh dan kembali bermasyarakat seperti biasa.

Sudah setahun terakhir lelaki itu berkeliaran di sisi barat Jembatan Pulorejo dekat rumahnya. Ia kerap mengganggu penduduk maupun pengguna jalan secara tiba-tiba, terutama para perempuan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Kusnadi dan timnya, kemungkinan DAP depresi karena putus cinta. Jadi saat  melihat perempuan yang disukai, DAP langsung bertindak.

Melihat maraknya ODGJ semacam itu, Kusnadi berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa waspada dan berhati-hati. Namun, ia meminta agar jangan sampai main hakim sendiri.

"Kalau ada temuan seperti itu, saya harap masyarakat bisa segera lapor ke kelurahan yang terdekat. Selain itu, kami juga ada koordinasi dengan kepolisian dan Satpol PP. Yang jelas jangan disakiti, karena kita dan mereka ini kan sama-sama umat-Nya," pungkas Kusnadi.(ris/rd)