SMK NU Banat Binaan Djarum Foundation Hadir di VokasiLand

Mahakarya Vokasi bertajuk VokasiLand Road to Harteknas 2022 di Grand City Mall, Surabaya,digelar mulai 28-31 Juli 2022.

SMK NU Banat Binaan Djarum Foundation Hadir di VokasiLand
Peragaan busana hasil karya desainer siswi SMK NU Banat, Kudus.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Mahakarya Vokasi bertajuk VokasiLand Road to Harteknas 2022 di Grand City Mall, Surabaya,digelar mulai 28-31 Juli 2022. Acara ini diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pameran produk Mahakarya Vokasi tersebut menampilkan sejumlah karya. Mulai dari SMK hingga perguruan tinggi. Salah satunya adalah SMK NU Banat, Kudus yang menjadi binaan Djarum Foundation.

SMK NU Banat, Kudus menggelar peragaan busana (fashion show) dengan tema Luwur. Tema ini berasal dari Makam Sunan Kudus yang sudah turun-temurun. “Kami menampilkan delapan model atau look yang berbeda tapi masih dalam satu konsep, yakni Luwur,” ungkap Nindy Tasyani, salah satu desainer busana ini.

Menurut siswi kelas 12 ini, warna dominan memang  kayu yang cenderung kecoklatan. Oleh karena itu, busana ini tetap fashionable, unik, dan modis.Perempuan berusia 16 tahun ini merancang busana dengan adik kelasnya, Fatimah Az-Zahra.

Mereka memang berasal dari SMK yang mengkhususkan diri di jurusan tata busana. Tak heran bila peragaan busana ini mendapat sambutan meriah para penonton. Busana yang diperagakan juga telah mendapatkan penghargaan nasional maupun internasional.

Sementara itu, Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengatakan, pihaknya sudah membina SMK NU Banat, Kudus sejak tahun 2014. Peran Djarum Foundation adalah mendukung pendidikan dan memberikan fasilitas kepada sekolah agar kian maju. Salah satunya mendukung perlombaan di tingkat internasional dan nasional.

“Kita membina sekolah dengan memberikan pelatihan pada guru-guru. Pertama kali kita lakukan sinkronisasi antara kebutuhan industri dengan sekolah. Selama ini memang masih ada kesenjangan. Oleh karena itu, kita selaraskan dengan kurikulumnya,” jelasnya.

Tujuannya, lanjut Galuh, adalah memiliki kualitas dan memberikan teaching factory. “Pemasaran juga dibantu. Kita juga bantu ikuti trennya yang berkembang saat ini apa,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati yang membuka acara ini menyatakan, selama ini produk inovasi teknologi karya pendidikan vokasi belum banyak diketahui masyarakat secara luas. "Padahal produk-produk yang dihasilkan mampu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat," kata Kiki.

Menurut Kiki, produk-produk inovasi teknologi yang dipamerkan menunjukkan satuan pendidikan vokasi baik SMK maupun perguruan tinggi sudah mengacu pada perkembangan industri 4.0. “Produk-produknya juga ditampilkan selaras dengan perkembangan industri 4.0 dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui berbagai inovasi teknologi yang dihasilkan,” ujarnya.(rd)