Dikabarkan Medsos Penculikan Anak, Orangtua Nyatakan Salah Paham

Dikabarkan Medsos Penculikan Anak, Orangtua Nyatakan Salah Paham
Sri Winarti dan anaknya memberikan klarifikasi soal kasus penculikan anak yang ramai di medsos.

Sidoarjo, HARIAN BANGSA - Informasi yang beredar luas di media sosial tentang upaya penculikan anak di Desa Tlasih, Tulangan, Sidoarjo ternyata tidak benar. Hal ini seperti dijelaskan kronologi sebenarnya oleh Wiwin, ibu dari M. Asril Risky.

Sebelumnya pada Minggu (23/2) sekitar pukul 11.00, M. Asril Risky (Kiki) sedang bermain bersama tiga temannya di wilayah Jatikalang, Prambon, Sidoarjo, dihampiri seorang pria mengendarai motor matik. Kemudian pria tersebut mengajak kenalan keempat anak tersebut dan memberi mereka uang senilai Rp. 50 ribu. Setelah itu pria tersebut pergi meninggalkan anak-anak tersebut.

Sri Winarti (Wiwin), ibu Kiki yang berada di dekat lokasi mengawasi peristiwa itu. “Saya kebetulan ada di lokasi anak-anak bermain, setelah memberi uang pria tersebut pergi, lalu saya dekati anak saya,” ujar Wiwin kepada polisi.

Wiwin juga mengklarifikasi bahwa informasi yang beredar di media sosial pada Senin (24/2), terkait upaya penculikan anak adalah hanya kesalahpahaman saja. “Syukur alhamdulillah peristiwa itu tidak terjadi, dan anak saya dalam kondisi baik-baik saja. Tidak ada kejadian penculikan anak seperti di medsos,” jelasnya.

Kapolsek Tulangan AKP Gatot Setyo Budi bersama anggotanya juga langsung turun ke lokasi guna mengecek informasi yang beredar di medsos, terkait upaya penculikan anak di Tulangan.

“Setelah melakukan penyelidikan di lokasi anak-anak bermain, dan meminta keterangan orang tua. Ternyata kejadian upaya penculikan anak memang benar tidak ada atau informasi di medsos adalah berita hoaks. Hal ini juga seperti dijelakan orang tua sang anak,” kata kapolsek Tulangan.

Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai upaya penculikan anak, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menegaskan, kabar itu tidak benar atau hoaks. Sejak awal beredarnya kabar itu, polisi langsung melakukan klarifikasi ke berbagai pihak.

"Hasilnya, tidak ada peristiwa seperti yang dikabarkan itu, saya juga telah menurunkan anggota untuk terus siaga berpatroli guna mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

Sumardji juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menyebarluaskan informasi yang masih belum jelas kebenarannya. Bijak dalam penggunaan media sosial, juga menjadi kunci agar situasi kamtibmas di wilayah kita tetap aman dan kondusif.(cat/rd)