ITS Lantik 163 Insinyur Baru

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melanjutkan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan insinyur di Indonesia.

ITS Lantik 163 Insinyur Baru
Rektor ITS Mochamad Ashari MEng (kanan) ketika menyerahkan sertifikat profesi kepada salah satu insinyur yang dilantik dari Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) ITS.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melanjutkan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan insinyur di Indonesia. Kali ini, ITS melantik 163 insinyur baru dari Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) di Hotel Swiss-Belhotel Surabaya, Sabtu (27/4) lalu.

Rektor ITS Mochamad Ashari menuturkan pentingnya peran insinyur dalam membangun negara. Pasalnya, insinyur merupakan sosok yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur, industri penghasil produk, hingga menciptakan alat transportasi.

Lelaki yang akrab disapa Ashari tersebut mengatakan bahwa saat ini jumlah insinyur di Indonesia hanya berkisar 2.670 orang per satu juta penduduk. Angka tersebut dapat dikatakan rendah apabila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam yang memiliki 9.000 orang insinyur per satu juta penduduk. “Bahkan, Korea Selatan memiliki 25.000 insinyur per satu juta penduduk,” tandasnya.

Selaras dengan Ashari, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah Jawa Timur yang diwakili R Pius X Rooswan Happmono mengungkapkan bahwa kurangnya kebutuhan insinyur tersebut harus menjadi perhatian bersama. “Salah satu yang berperan penting adalah perguruan tinggi,” ucap Pius mengingatkan.

Lebih lanjut, Pius juga mengapresiasi keseriusan ITS dalam kontribusinya mencetak insinyur-insinyur baru di Indonesia. Hingga saat ini, ITS telah berhasil mencetak 1.107 insinyur dan menjadi perguruan tinggi pencetak insinyur terbanyak di Jawa Timur. “Kontribusi ini penting mengingat besarnya kebutuhan insinyur dalam negeri,” tuturnya.

Sementara dalam cakupan nasional, tambah Pius, ITS menempati empat besar perguruan tinggi pencetak insinyur terbanyak. Langkah visioner ITS ini diharapkan dapat diikuti oleh perguruan tinggi lain. “Kami berharap bisa mendirikan PSPPI di perguruan tinggi lain untuk dapat memenuhi kebutuhan insinyur di Indonesia,” harapnya.

Selain melantik insinyur dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), ITS kali ini juga berhasil melantik angkatan pertama program reguler. ITS pun melantik insinyur yang merupakan praktisi dari PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Kilang Pertamina Internasional.(rd)