PJB Laksanakan Go Live Co-Firing PLTU Pulang Pisau

PJB terus berupaya untuk menaikan sumbangsihnya terhadap bauran energi nasional dari energi baru terbarukan (EBT).

PJB Laksanakan Go Live Co-Firing PLTU Pulang Pisau
Salah satu petugas yang sedang memegang limbah serbuk kayu.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - PJB terus berupaya untuk menaikan sumbangsihnya terhadap bauran energi nasional dari energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya melalui Go Live Co-Firing PLTU Pulang Pisau yang dirangkai dengan webinar bertema  Menerangi Negeri dengan Implementasi Co Firing pada PLTU Asam Asam, PLTU Pulang Pisau dan PLTU Sintang untuk Indonesia Tangguh.

Acara ini dihadiri Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto, Direktur Energi Primer PT PLN (Persero) Rudy Hendra Prastowo, Direktur Operasi 1 PT PJB M. Yossy Noval A., dan sejumlah senior leader di lingkungan PLN grup.

Co-firing adalah penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler PLTU batubara. Proses co-firing dilakukan tanpa menambah biaya ataupun membangun pembangkit EBT (biomassa) baru, sehingga lebih kompetitif. Benefit yang dihasilkan dari program co-firing pada PLTU batubara adalah reduksi emisi serta penghematan BPP, sehingga dapat mendorong Indonesia menjadi lebih hijau.

Dalam menjalankan bisnisnya, PJB berkomitmen akan tumbuh berkembang bersama lingkungan di sekitarnya. Salah satunya melalui implementasi co-firing yang digencarkan PJB.

“Dengan co-firing di PLTU, PJB ikut berpasitipasi dalam pengembangan energi yang lebih ramah, mengubah limbah serbuk kayu dari bahan organic atau batang pohon menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan batubara. Ini adalah langkah kami untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau,” ungkap Direktur Utama PT PJB Gong Matua Hasibuan.

Co-firing PLTU merupakan bagian dari upaya PJB dalam mendukung isu strategis dan global untuk memenuhi Paris Agreement dan juga mendukung transformasi PLN pada pilar Green.  Co-firing sendiri telah diinisiasi PJB sejak 2018. Diawali dengan kajian yang melibatkan lembaga perguruan tinggi, simulasi dan pemodelan numerik dengan bantuan komputasi modern.

Hingga pada 2021 telah melaksanakan uji coba pada 16 PLTU baik di Jawa maupun di luar Jawa dengan presentase co-firing 1-20 persen, menjadikan PJB sebagai perusahaan pembangkit yang terdepan pada inovasi Co-Firing di Indonesia.

Hingga Oktober 2021, PJB telah berhasil memproduksi green energy dengan total sebesar 86.54 GWh. Komersialisasi co-firing di PLTU Pulang Pisau ini akan semakin mendorong PJB untuk konsisten dan bertahap mengimplementasikan di unit-unit PJB lainnya di Indonesia.

Tak hanya bertujuan dalam menghijaukan PLTU, tetapi juga bersama-sama dengan PLN dan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang menggalakkan penggunaan EBT sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan. (diy/rd)