Sengketa Tanah Kodim Sumenep Kian Kusut, Kali Kedua, BPN Gagal Ukur Ulang

Ternyata   sebelum   tiba saatnya,   Senin   (12 /09/2022),   sudah terdengar santer akan ada penundaan oleh  pihak BPN.

Sengketa Tanah Kodim Sumenep Kian Kusut, Kali Kedua, BPN Gagal Ukur Ulang

Sumenep, HB.net - Untuk kali kedua, Kantor Agraria dan Tata Ruag/Badan Pertanahan (ATR/BPN)   Sumenep gagal melakukan ukur ulang tanah Markas Komando Distrik Militer (Makodim)  0827/Sumenep.  Kegegalan kali ini karena rencana pengukuran ada keberatan dari Perkumpulan Wakaf Panembahan Sumolo (PWPS) Sumenep.  Sesuai  surat undangan BPN, sedianya pengukuran dilakukan, Selasa (13/09/2022).

Seperti diberikan kemarin,  sesuai surat BPN Sumenep   Nomor 523/35.29.200/IX/2022, tanggal 5 Oktober 2022, ukur ulang ini  diajukan oleh Dandim Sumenep, Dony Pramuda Mahardi dan tembusan disampaikan kepada Bupati, Kapolres, Camat Kota, Lurah Pajagalan dan Perkumpulan Wakaf Panembahan Sumolo.

Kepala BPN  menegaska tentang rencana pengukuranpeta bidang tanah Kodim   Selasa tanggal 13 September 2022,  pukul 09.00 di Kantor Kelurahan Pajagalan Sumenep. Ternyata   sebelum   tiba saatnya,   Senin   (12 /09/2022),   sudah terdengar santer akan ada penundaan oleh  pihak BPN.

Lurah Pajagalan Sumenep  Erlan Efiantoketika  dihubungi   lewat    telepon selulernya  menyatakan,   bahwa   pihaknya  belum mendapat  surat penundaan pengkuran tanah.

“ Ya   memang   terdengar   santer   tidak   jadi   pengukuran   tanah   Kodim,   tapi   saya   belum   terimasuratnya dari BPN,“ ujar Lurah Pajagalan yang disapa Totok itu  Senin malam.

Lebih jauh Lurah Totok berharap   semua pihak  untuk bisa   menahan   diri.   Sebab   keraifan lokal  Sumenep   selalu mencari jalan tengah. Jika semua pihak cari menang-menangan, ia yakin persoalan ini tidakakan pernaha selesai dan kian kusut.

“Saya harap semua pihak mau  masuk dalam  ruang mediasi atau perundingan  saja.  Saya piker hal itu bisa dilakukan.  Jangan ada yang ego. Akibatnya akan kian kusut. Tapi jika memang tidak bisa mediasi, ya silahkan maju ke pengadilan. Mungkin jalan keluarnya,“  pintanya.

Sedangkan Ketua  Wakaf Panembahan Sumolo H RB HasanuddinSE, Msi mengaku menerima surat   dari BPN yang pokok isinya adalah penundaan pengukurantanah   Makodim   Sumenep.   Surat   Kepala   BPN   No.   532/35.29.200/IX/2022   tanggal   05   Oktober2022,  bahwa pembatalan disebabkan karena adanya surat keberatan  Pihak Wakaf Panembahan Sumolo,   seperti   yang   tertuang   dalam   surat     WPS,     No   31/WPS-SMP/IX/2922   tanggal   08 September 20022, yang ditanda tangani Oleh H. RB.Hasanuddin. SE, MM.  Dia menerima surat pembatalan itu Selasa (13/09/2022) pagi.

Alasan lain,  pihak BPN Sumenep menunda pengukuran  karena menunggu petunjuk dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Timur di Surabaya.

Ketika  Ketua   Wakaf   Panembahan   Sumolo     H.   RB   Hasanuddin    dimintai   komentarnya  tentang gagalnya pengukuran pihak BPN,  pria mantan Lurah Bangselok itu enggan berkoementar.

“ Insya Allah nanti kami akan menunjuk penasehat hukum  dan juru bicara Wakaf Panembahan Sumolo untuk menerangkan hal ikhwal semuanya. Kami sedang rapat tentukan nama penasihat hukum   dan   juru   bicara   kami.   Nanti   kawan-kawan   wartawan   bisa   bekomunikasi   dengan   yang ditunjuk dari  kami, “   papar H. Hasanuddin,  Selasa (13/09/2022)

Kepala BPN Sumenep, Agus Purwanto A, Tnh, SH MH,  dihubungi terpisah  lewat ponselnya  ternyata enggan mengangkat. (aln/far/ns)