TPN Lihat Inovasi di Lapas Surabaya

Lapas Kelas I Surabaya berkesempatan sebagai salah satu sampel verifikasi lapangan (verlap) yang dilakukan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) KemenPAN-RB dari 10 satker yang ada di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jatim, Selasa (23/11).

TPN Lihat Inovasi di Lapas Surabaya
Kunjungan TPN ke Lapas Kelas I Surabaya.

Sidoarjo, HARIANBANGSA.net - Lapas Kelas I Surabaya berkesempatan sebagai salah satu sampel verifikasi lapangan (verlap) yang dilakukan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) KemenPAN-RB dari 10 satker yang ada di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jatim, Selasa (23/11).

Sebelumnya, seminggu lalu mendapatkan kunjungan evaluasi pembangunan zona integritas (ZI) sekaligus praverlap dari Irwil VI dan Kanwil Kemenkumham Jatim.

Verifikasi lapangan merupakan bagian dari proses meraih zona integritas berpredikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi). Dalam verlapnya, TPN KemenPAN-RB dihadiri oleh Nadja dan Haris, juga didampingi Marasidin selaku Irwil VI serta Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono.

Kedatangan TPN beserta jajaran disambut penuh kekompakan dan semangat, dengan hentakan gema yel-yel yang lantang di bawah teriknya sinar matahari dari punggawa pilihan Latubaya Siaga. Serta seluruh pegawai yang dipimpin Kalapas Gun Gun Gunawan.

Tim dari TPN diajak berkeliling lapas, dipandu oleh kalapas serta Ketua Pokja Kafi untuk menjelaskan pembangunan ZI. Mulai dari alur pelayanan dan sarana prasarana layanan publik yang ada dari depan lapas sampai semua sudut-sudutnya. Sehingga dampak maupun manfaat dari setiap perubahan yang ada dapat dirasakan oleh semuanya.

"Kami memiliki banyak sekali inovasi. Baik untuk memudahkan warga binaan, pengunjung, atau masyarakat sekitar dalam memberikan pelayanan" ujar kalapas.

Pada saat berkeliling ke Latubaya Cerdas yang memiliki inovasi perpustakaan digital pertama di lapas atau rutan, TPN menyapa salah satu warga binaan yang sedang asik membaca buku melalui media elektronik yaitu Napiter Umar Patek.

"Saya memanfaatkan waktu di Lapas Surabaya dengan membaca buku untuk menambah wawasan serta pengetahuan agar memiliki bekal ketika bebas," ungkap Umar kepada TPN.(cat/rd)