Vaksinasi Tembus 52 Persen, Komisi IV DPRD Apresiasi Pemkab Situbondo

Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Arifin, mengapresiasi atas keberhasilan Pemkab Situbondo, TNI/Polri dan tokoh masyarakat terhadap melonjaknya vaksinasi di Situbondo hingga tembus 52 persen.

Vaksinasi Tembus 52 Persen, Komisi IV DPRD Apresiasi Pemkab Situbondo
Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Arifin.
Vaksinasi Tembus 52 Persen, Komisi IV DPRD Apresiasi Pemkab Situbondo

Situbondo, HB.net - Percepatan vaksinasi di Kabupaten Situbondo terus dilakukan untuk mencapat target herd immunity atau kekebalan kelompok masyarakat terhadap Covid-19. Per hari ini capaian vaksinasi di Kota Santri Pancasila sudah tembus 52 persen.

Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Arifin, mengapresiasi atas keberhasilan Pemkab Situbondo, TNI/Polri dan tokoh masyarakat terhadap melonjaknya vaksinasi di Situbondo hingga tembus 52 persen.

"Target herd immunity harus tercapai, saya mengapresiasi pencapaian vaksinasi yang melonjak tinggi, tentu ini tidak lepas dari semakin sadarnya masyarakat tentang vaksinasi," ujarnya.

Namun, antusiasme masyarakat tidak sejalan dengan ketersediaan masyarakat di Situbondo, sehingga pihaknya mengaku telah memanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, agar ketersediaan vaksin terpenuhi.

"Saya sudah memanggil pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan berkenaan dengan ketersediaan vaksin untuk mencapai target vaksinasi 70 persen," ungkap Arifin.

Pria asal Kecamatan Mangaran ini menjelaskan, keterbatasan vaksin bukan hanya terjadi di Situbondo. Namun terjadi secara nasional, untuk di Kabupaten Situbondo, penyedia vaksin tidak hanya di Dinas Kesehatan, namun, Polres dan Kodim juga menyediakan.

"Jadi, kami meminta kepada tiga komponen ini saling berkordinasi terkait dengan masalah ketersediaan vaksin di Kabupaten Situbondo," pintanya.

Lebih lanjut, politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, pihaknya akan terus mengawal ketersediaan vaksin, supaya target herd immunity tidak terkendala, termasuk juga dalam kontek keterbatasan vaksinatornya.

"Kami juga sudah meminta antusiasme masyarakat bervaksin diimbangi dengan kesiapan tenaga medisnya (vaksinator) dan ketersediaan vaksinnya," pungkasnya. (mur/diy)