Amankan Jaringan Listrik dari Balon Udara, PLN Gandeng Kepolisian 

Mereka berhasil mengamankan 30 balon udara di Kabupaten Trenggalek. Upaya pencegahan terjadinya gangguan pasokan listrik akibat balon udara yang dilakukan selama lebih dari sepekan sejak 30 April hingga 9 Mei 2022.

Amankan Jaringan Listrik dari Balon Udara, PLN Gandeng Kepolisian 
Petugas PLN usai mengamankan balon udara.

Madiun, HB.net - Menerbangkan balon udara pada momen perayaan Hari Raya Idul Fitri menjadi tradisi di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim). Tanggap sebagai tindakan antisipatif pada tradisi rutin tahunan ini, patroli bersama dilakukan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur & Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun dengan aparat Kepolisian.

Mereka berhasil mengamankan 30 balon udara di Kabupaten Trenggalek. Upaya pencegahan terjadinya gangguan pasokan listrik akibat balon udara yang dilakukan selama lebih dari sepekan sejak 30 April hingga 9 Mei 2022.

Ini sekaligus untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya yang ditimbulkan saat balon udara yang diterbangkan beresiko tersangkut pada infrastruktur kelistrikan, dan menyebabkan gangguan pada jaringan transmisi.

Dalam keterangannya disampaikan Manajer PLN UPT Madiun, Nur Fajar FU, selama patroli pihaknya mengerahkan 36 personel yang tersebar di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo serta tambahan personil dari pihak Kepolisian.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan pihak kepolisian dalam upaya mengedukasi masyarakat demi kemanan bersama. Harapan kami, dengan patroli ini gangguan kelistrikan akibat penerbangan balon udara tidak terjadi tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” terangnya.

Imbauan senada juga disampaikan Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, SH, SIK, MH untuk tidak menerbangkan balon udara dan bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik.

"Adanya patroli ini, kami berharap dapat menjadikan pembelajaran kepada masyarakat yang masih menerbangkan balon udara. Kami terus menghimbau untuk tidak menerbangkan balon udara dan layang-layang di sekitar jaringan listrik, agar pasokan listrik terus aman,” jelas AKBP Handono.

Patroli bersama ini sebagai lanjutan dari sosialisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan PLN pada pertengahan bulan Ramadan kemarin. Lebih lanjut, Nur Fajar juga menghimbau kepada seluruh masyarakat tentang bahaya menerbangkan balon udara untuk keamanan jaringan listrik.

 Petugas yang bertugas saat briefing antisipasi adanya balon udara.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat  agar lebih bijaksana dan tidak menerbangkan balon udara karena membahayakan instalasi tenaga listrik, stop terbangkan balon udara,” pungkasnya. (diy/ns)