Erick Thohir Minta PTPN Group Perhatikan Petani Tebu

Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke Kota Pasuruan. Kegiatan tersebut dalam rangka memberdayakan ekonomi rakyat.

Erick Thohir Minta PTPN Group Perhatikan Petani Tebu
Kunjungan Menteri BUMN ke Kota Pasuruan.

Pasuruan, HARIANBANGSA.net  Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke Kota Pasuruan. Kegiatan tersebut dalam rangka memberdayakan ekonomi rakyat.  Beberapa BUMN sepeti Petrokimia Gesik, Himbara, dan asuransi Jasindo diajak membantu petani tebu. Khususnya dalam kaitan pemenuhan kebutuhan pendanaan di bidang usaha tani.

Erick Thohir memberikan arahan kepada Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani untuk memberdayakan petani. Salah satunya dengan membeli gula petani dengan harga yang ditetapkan pemerintah hingga petani dipastikan tidak dipermainkan.

"Kami diminta bahu-membahu khususnya petani jagung, kopi, dan tebu.  Pak Menteri mengarahkan kepada kami untuk jangka pendek yang memasuki musim tebang dan musim giling. Kebetulan ada direktur PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), direktur PTPN X, Xl, dan Xll. Mereka diminta untuk menyerap gula petani dengan harga yang ditentukan pemerintah," ujar dia.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, PTPN tahun ini juga akan meningkatkan kemampuan membeli tebu, membeli gula, supaya selesai giling nanti stok cukup sehingga di tingkat konsumen stabil. "Tahun lalu kami menahan harga di tingkat konsumen. Jadi tidak terlalu tinggi berkat PTPN mengendalikan stok," ungkap dia.

Kemudian, dalam jangka panjang,  akan memperbaiki pabrik yang ada.  "Meningkatkan kapasitas, menambah pabrik baru di beberapa tempat, dan meningkatkan areal tebu milik sendiri yang bekerja sama dengan BUMN lain.  Yang terpenting, harus memperhatikan petani," jelas dia.

PTPN diminta Erick Thohir untuk meningkatkan produksi gula nasional dengan catatan petani harus diberdayakan. Petani harus ditingkatkan kesejahteraannya dengan cara diperbaiki bibitnya. Kemudian, kredit dari Himbara,  gulanya dibeli, dan seterusnya. Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia P3GI) diminta mengawal. P3GI akan diberdayakan untuk lebih kuat untuk membantu Indonesia pada 2025, dengan harapan bisa swasembada gula.

Abdul Ghani mengatakan, produksi gula tahun lalu sebesar 767 ribu ton. Tahun ini ditargetkan sebesar 1,1 juta ton. "Semua sudah kami siapkan, termasuk pendanaan.  Insya Allah tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu," katana.

Pihaknya berkomitmen untuk berkolaborasi kepada petani, dengan cara memberdayakan dan menyejahterakan petani.  Untuk lahan PTPN sekitar 55 ribu hektare akan diperluas menjadi 85-100 ribu hektare. Dari mana itu?  Dari konversi lahan karet menjadi tebu. Kemudian, lahan di Sumsel dari kelapa sawit dikonversi menjadi lahan tebu. "Kesiapannya bertahap. Mungkin 3-4 tahun," ungkapnya.

Di Banyuwangi, kata dia, lahan kopi sudah dikonversi sekitar 18 ribu hektare menjadi lahan tebu.  Kenapa dikonversi dari lahan karet dan kopi menjadi lahan tebu, karena,  yang pertama dari sisi komoditi tidak menguntungkan. "Yang kedua, karena kami BUMN. Tebu itu bahan gula. Gula kebutuhan pokok. Kami sebagai BUMN harus memastikan mendukung pemerintah menyediakan pangan yang cukup," jelas dia.

Dia menyebut, kenaikan produksi tahun ini sekitar 40 persen dan sudah siap semua mulai dari pendanaan hingga infrastruktur.(mid/rd)