Gubernur Resmikan Gedung Rawat Jalan RS Mata Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Rawat Jalan dan kamar operasi Modular Operating Theatre (MOT) di Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jatim.

Gubernur Resmikan Gedung Rawat Jalan RS Mata Jatim
Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Rawat Jalan dan kamar operasi Modular Operating Theatre (MOT) di Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jatim.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Rawat Jalan dan kamar operasi Modular Operating Theatre (MOT) di Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jatim, Jalan Ketintang Baru Selatan I No.1 Surabaya, Selasa (16/1).

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan untaian melati di depan pintu masuk gedung, serta pemotongan tumpeng oleh Gubernur Khofifah didampingi Asdatun Kejati Jatim Irine Putri, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim  Akh. Jazuli, Kadinkes Jatim Erwin Astha Triyono, dan Direktur RSMM Jatim Eka Basuki Rahmad.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan, dengan diresmikannya gedung rawat jalan lima lantai yang mengusung konsep one stop service dan kamar operasi dengan konsep MOT ini, diharapkan dapat memaksimalkan kualitas pelayanan, meningkatkan patient safety, serta kenyamanan pasien.

"Peresmian ini tentunya didukung sumber daya yang mumpuni, sarana prasarana yang canggih dan selalu update. Hal ini adalah modal kuat untuk menjadi  rumah sakit khusus mata satu-satunya milik Pemprov Jatim yang akan menjadi andalan masyarakat tidak hanya di Jatim tapi juga Indonesia timur," katanya.

Khofifah mengatakan, RS Mata Jatim  sebagai RS khusus mata kelas B di Jatim telah berkontribusi besar dalam menyelesaikan permasalahan gangguan penglihatan di Jatim. Tidak hanya itu, inovasi terus dilakukan RS Mata  Jatim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kesehatan mata.

Terbaru, didukung teknologi canggih untuk pengembangan layanan subspesialis seperti relex smile (bebas kacamata dan lensa kontak), low vision, retina, glaukoma, kesehatan mata anak dan strabismus, infeksi dan imunologi, serta rekonstruksi dan onkologi mata.

"Untuk mendukung pelayanan kesehatan mata, di tahun 2023 RS Mata Jatim telah membuka poli penyakit dalam sebagai penunjang memberikan kenyamanan pasien dan pengunjung yang memerlukan konsultasi lebih lanjut. Ke depan, beberapa poli subspesialis juga akan dibuka seperti sub spesialis neuro ophthalmology dan poli subspesialis dry eye," katanya.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan, saat ini RS Mata  lebih melayani pasien rawat jalan dengan jumlah tempat tidur sebanyak 32 unit. Secara kualifikasi, RS Kata  telah memenuhi kualifikasi RS mata tipe B. "Nanti ke depan akan dikembangkan menjadi 40 tempat tidur karena pada dasarnya ini lebih memberikan layanan rawat jalan plus length of stay-nya 2-3 hari," katanya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga me-launching dua aplikasi inovasi dari RSMM Jatim. Kedua aplikasi tersebut, yakni aplikasi Sistem Informasi Gangguan Penglihatan Low Vision (SIGalon) dan Aplikasi Digital Eye Strain Information System (DESIS).

Sementara itu, dalam laporannya, Direktur RSMM Jatim Eka Basuki Rahmad mengatakan, RSMM sebagai satu-satunya rumah sakit khusus mata kelas B milik Pemprov Jatim memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan mata yang terbaik. 

Adapun layanan mata unggulan yang dimiliki RSMM di antaranya adalah pelayanan Lasik ReLex Smile dan Presbyond, pelayanan katarak dan bedah refraktif, pelayanan Vitroretina, dan pelayanan refraksi dan low vision.(dev/mid/rd)