Kepala Daerah dari PKB Fasilitasi Rapid Test Santri di Jatim

Wakil Ketua DPW PKB Jatim, Anik Maslachah mengungkapkan, instruksi itu disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar.

Kepala Daerah dari PKB Fasilitasi Rapid Test Santri di Jatim
Anik Maslachah, S.Pd, M.Si, Wakil Ketua DPW PKB Jatim. Foto : didi rosadi/HARIAN BANGSA

SURABAYA, HARIANBANGSA.net - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunjukkan keberpihakannya pada isu-isu nahdliyin. Hal itu ditunjukan dengan instruksi dari DPW PKB Jawa Timur kepada para kepala daerah yang berasal dari PKB untuk memfasilitasi rapid test para santri yang sebentar lagi memulai kembali kegiatan belajar di pesantren.

Wakil Ketua DPW PKB Jatim, Anik Maslachah mengungkapkan, instruksi itu disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar. Menurut Anik, kebijakkan itu untuk meringankan beban pengelola pondok maupun wali santri.

"Gus Halim sebagai Ketua DPW PKB Jatim meminta bupati maupun walikota dari PKB untuk mengkaver rapid tes santri. Sementara ini Lumajang dan Pamekasan sudah menyatakan kesiapannya," ujar Anik Maslachah, Minggu (14/6).

Wakil Ketua DPRD Jatim ini menjelaskan selain rapid test yang dikaver para kepala daerah dari PKB. Ada juga bantuan 10.000 alat rapid test dari PT Pelindo III yang didistribusikan kepada Kanwil Kemenag Jatim. Tentunya bantuan itu bisa dialokasikan untuk rapid test santri.

Namun Anik mengakui jumlah alat rapid test itu masih jauh dibandingkan jumlah santri di Jatim yang mencapai satu juta orang. Karena itu, pihaknya mengusulkan agar rapid test di lingkungan pesantren dilaksanakan secara selektif dan tepat sasaran.

"Untuk santri yang berasal dari zona merah wajib untuk menjalani rapid test, atau mereka yang punya gejala terpapar Covid-19," imbuh Anik.

Alumni pasca sarjana Unair ini menegaskan, rapid test perlu dijalani santri sebelum kembali ke pondok. Hal itu untuk meminimalisir potensi penularan Covid-19 di lingkungan pesantren atau mencegah munculnya klaster baru.

Anik melanjutkan, dengan adanya rapid test maka santri yang terindikasi terpapar Covid-19 bisa langsung diisolasi untuk proses penyembuhan. Dengan begitu, juga  tidak menulari santri yang lain.

"Saya meyakini pesantren adalah tempat yang paling aman dari penularan Covid-19, sebab selama ini para santri hidup di dalam pondok sehingga minim interaksi dengan dunia luar. Namun karena sudah dua bulan ini santri menjalani libur dan kembali ke daerah asal. Maka saat kembali mereka harus menjalani pemeriksaan kesehatan, diantaranya rapid test," imbuh Anik.

Terpisah, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan kesiapan mereka untuk memfasilitasi rapid test santri di wilayah mereka masing-masing. Baik Kabupaten Lumajang maupun Pamekasan sudah mempersiapkan hal itu."Iya siap dan sudah disiapkan untuk rapid test santri sebelum kembali ke pondok," kata Thoriqul Haq diamini Baddrut Tamam. (mdr/ns).