Pasar Nambangan Jadi Pilot Project Pasar Pangan Segar Aman

Pasar Nambangan Surabaya terpilih menjadi pilot project penerapan Pasar Pangan Segar Aman (PAS Aman) yang digalakkan oleh Badan Pangan Nasional.

Pasar Nambangan Jadi Pilot Project Pasar Pangan Segar Aman
Rombongan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Nambangan Surabaya.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Pasar Nambangan Surabaya terpilih menjadi pilot project penerapan Pasar Pangan Segar Aman (PAS Aman) yang digalakkan oleh Badan Pangan Nasional.

Pemkot Surabaya pun langsung membentuk ICS (Internal Control System) yang beranggotakan para petugas pasar. Selanjutnya dilatih agar secara mandiri mampu mengawasi keamanan produk pangan melalui praktek keamanan pangan. Serta memberikan fasilitas berupa pos pantau keamanan pangan. 

Dengan terpilihnya Pasar Nambangan Surabaya, Badan Pangan Nasional melalui Kedeputian Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Nambangan Surabaya, Rabu (17/1).

Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Antiek Sugiharti, beserta Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Dewi Soeriyawati, langsung berkeliling mengambil uji sampel bahan pangan.

“Kami juga mengikuti SOP Pasar Pangan Segar Aman, mulai dari training, pembinaan, pendampingan, dan memberikan infrastruktur yang mendukung. Contoh pedagang ikan segar, kami berikan apron, kami juga melakukan edukasi kepada seluruh pedagang agar menjaga kebersihan kios dan lingkungan berdagang,” kata Kepala DKPP Surabaya Antiek Sugiharti.

Ia menjelaskan, dengan ditetapkannya Pasar Nambangan Surabaya menjadi Pasar Pangan Segar Aman, Pemkot Surabaya bersama Badan Pangan Nasional melakukan uji sampel bahan pangan secara khusus. Yakni pada bahan pangan segar asal tumbuhan (PSAT), berupa cabai, tomat, sayuran, bawang merah, dan bawang putih. Kemudian uji sampel pada ikan asin, ikan segar, ayam, dan daging.

“Tidak dalam keadaan busuk sehingga aman kalau dibeli oleh konsumen. Tadi tim (Badan Pangan Nasional) bertanya sangat detail, jika tidak laku maka diapakan? Jika diberi es, maka air dari mana? Karena jangan sampai es itu dari air yang tidak sehat karena bisa mempengaruhi kualitas keamanan pangan,” terangnya.

Antiek mengaku, jika DKPP bersama Dinkopumdag Surabaya sepakat untuk mengembangkan dan menjaring pasar lainnya agar dapat menjadi Pasar Pangan Segar Aman seperti Pasar Nambangan Surabaya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan 2 hingga 3 pasar lainnya menjadi Pasar Pangan Segar Aman seperti Pasar Nambangan Surabaya.

Selain itu, Dinkopumdag Surabaya juga akan memberikan label nama pada setiap stand pedagang pasar, serta melakukan penataan zona berdasarkan jenis bahan pangan.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Anas Yalitoba mengatakan, kabupaten-kota diharapkan ikut mendorong setiap pasar di daerahnya agar dapat menerapkan  Pasar Pangan Segar Aman (PAS Aman).

“Hari ini kami melakukan pengawasan langsung di Pasar Nambangan. Alhamdulillah di sini pangannya segar dan semuanya negatif dalam uji cepat. Sehingga ada jaminan bahwa pangan segar yang dijual aman dikonsumsi masyarakat dan tidak perlu kita khawatirkan,” kata Anas. (ari/rd)