Tongseng Depot Kurnia Jombang Sehat tanpa santan

Selama ini sebagian masyarakat menganggap masakan tongseng daging ataupun kambing kurang sehat lantaran banyak kolesterol.

Tongseng Depot Kurnia Jombang Sehat tanpa santan
Tongseng Depot Kurnia lengkap dengan rempah khas dan tanpa santan. Aan Amrulloh/ HARIAN BANGSA

Jombang, HARIAN BANGSA.net - Selama ini sebagian masyarakat menganggap masakan tongseng daging ataupun kambing kurang sehat lantaran banyak kolesterol.  Namun, berbeda dengan Depot Kurnia yang berada di Desa Candimulyo, Kecamatan-Kabupaten Jombang.

Di depot ini menu andalannya memang menawarkan sajian tongseng baik kambing maupun sapi. Lengkap dengan rempah khas dan tanpa santan, sehingga tetap enak, gurih juga lebih sehat. Daging ini diolah menjadi dua menu utama, yakni Tongseng juga sate.

“Menu utama dan jagoan kita di sini Tongseng memang ya, kalau sate sebenarnya pelengkap saja,” ujar pemilik depot, Kurniawati Saidah, Senin (15/3).

Tongseng yang disajikan di sini bukan menu biasa. Daging yang diolah menjadi tongseng benar-benar dimasak hingga empuk sebelum digoreng menjadi satu dengan kubis. Dua bahan utama ini dicampur juga dengan irisan tomat yang menambah segar masakan ini.

Olahan tersebut, kemudian disiram dengan kuah tongseng yang telah dibuat istimewa dengan bumbu khusus. Wanita 44 tahun itu menjelaskan, jika kuah tongseng buatannya ini memang spesial karena tak dibuat dengan santan seperti kebanyakan tongseng di Jombang.

“Jadi kita mengandalkan lebih banyak rempah-rempah dalam kuahnya. Juga lebih sehat bagi yang khawatir kolesterol, dan karena pakai rempah, otomatis bisa menambah imun juga,” terangnya.

Diceritakan, racikan bumbu ini didapatnya dari sejumlah riset yang dilakukannya sendiri. Berbekal hobi sering berburu kuliner di wilayah Jawa Tengah, ia kemudian meramunya menjadi masakan khas yang kemudian ia jual selama sebulan ini.

“Kebetulan memang hobi masak, suka kuliner juga, dan suami pendukung utamanya sampai jadi sajian ini,” beber istri Kapolsek Mojowarno AKP Yogas.

Tak hanya tongseng, di depot ini juga menyiapkan menu lainnya sebagai pendamping, yakni sate kambing juga sapi. Sate ini juga dimasaknya dengan cara Jawa Tengahan, sejalan dengan resep tongsengnya.

“Jadi sate ini kita olah dengan bumbu kecap dan irisan bawang sama cabai. Tidak ada bumbu kacang seperti kebanyakan sate di Jawa Timur memang. Tapi rasanya kita jamin tetap juara,” imbuhnya.

Untuk menikmati hidangan ini, pengunjung pun disebutnya tak perlu merogoh kocek sangat dalam. Setiap porsi tongseng sepaket dengan nasi hangat, dijualnya seharga Rp 17 ribu. Sementara untuk sate, harganya Rp 32 ribu tiap 10 tusuknya.

Tak heran, warung yang berlokasi di Jalan Anggrek 22 B Desa Candimulyo ini nyaris tak pernah sepi. Meski baru di-launchng sebulan belakangan, warung ini selalu kehabisan sebelum tutup.

“Kita buka sejak pukul 10.00 hingga 19.00 WIB setiap harinya, tapi biasanya habis sebelum tutup. Jadi buat pelanggan bisa datang lebih awal saja,” pungkas Kurniawati.(aan/rd)