Akibat Inflasi Tinggi dan Pandemi Covid, Pertumbuhan Ekonomi di Tuban Turun

"Akibat pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban mengalami penurunan mencapai 0,83 persen," kata Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

Akibat Inflasi Tinggi dan Pandemi Covid, Pertumbuhan Ekonomi di Tuban Turun
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky ketika memberi keterangan pada wartawan, Jumat (27/8/2021).  

 

Tuban, HB.net – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban mengalami penurunan sekitar 0,83 persen akibat pandemi Covid-19. Selain itu, nilai inflasi yang terjadi di Kabupaten Tuban juga  tergolong tinggi.

"Akibat pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban mengalami penurunan mencapai 0,83 persen," kata Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Jumat (27/8/2021).

Menurut Mas Lindra, salah satu penyebab naiknya nilai inflasi terjadi di sektor industri dan pengolahan yang menjadi penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Tuban ikut mengalami penurunan. Meski begitu, pihaknya segera melakukan kajian untuk mendalami permasalahan tersebut.

“Akan kita kaji lebih lanjut sehingga diketahui seluruh faktor yang mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Tuban,” sambungnya.

Lebih lanjut, Pemkab Tuban berupaya menekan nilai inflasi dengan menetapkan Standar Satuan Harga (SSH) dan Indeks Harga Konsumen. Selanjutnya, mengatur peredaran komoditi pangan di pasar dengan menjaga kestabilan harga, dan mengatur arus penawaran dan permintaan (supply and demand).

"Hal ini dilakukan, agar tidak terjadi lonjakan harga maupun penurunan harga yang drastis ketika terjadi panen maupun saat kelangkaan barang," imbuhnya.

Walau demikian, disektor lainnya seperti pertanian, peternakan, dan perikanan relatif stabil dan tidak begitu terpengaruh pandemi. Untuk itu, dirinya meminta masyarakat memanfaatkan resi gudang yang ada untuk menjaga ketersediaan stok pangan.

"Kita memaksimalkan hasil produksi dan memprioritaskan komoditi pangan lokal sebelum nanti menerima supplier dari luar wilayah," tutupnya.(wan/ns)