Pastikan Selesai Tepat Waktu, Ning Ita Sidak Sejumlah Proyek

Memastikan selesai tepat waktu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memantau langsung lapangan, dengan melakukan sidak (inspeksi mendadak) untuk mengetahui progres sejumlah kegiatan proyek Kota Mojokerto.

Pastikan Selesai Tepat Waktu, Ning Ita Sidak Sejumlah Proyek
Ning Ita didampingi instansi dan OPD terkait saat sidak.

Mojokerto, HARIANBANGSA.net - Memastikan selesai tepat waktu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memantau langsung lapangan, dengan melakukan sidak (inspeksi mendadak) untuk mengetahui progres sejumlah kegiatan proyek Kota Mojokerto. Di antaranya, pembangunan pusat layanan usaha terpadu (PLUT) dan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Batik.

"Menjelang akhir masa pengabdian saya sebagai wali kota Mojokerto, saya lebih intensif atau sering melakukan sidak proyek-proyek yang sedang berjalan. Hal ini, hanya memastikan pekerjaan pembangunan sejumlah proyek itu tepat waktu. Selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Kota Mojokerto yang tercinta,” jelas Ning Ita panggilan akrab wali kota Mojokerto.

Dua proyek yang ia datangi ini, sebagai upaya untuk mendukung Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata yang berbasis sejarah dan budaya. Sedangkan,  dua proyek ini,  yaitu pembangunan PLUT dan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Batik didanai oleh DAK Tematik. “Alhamdulillah, proses pembangunannya berjalan dengan baik dan kondusif," imbuhnya.

Dalam sidak tersebut, Ning Ita didampingi para OPD terkait, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Mojokerto Bobby Ruswin, serta Kanit Tipikor Polresta Mojokerto Kota Iptu Muklisin.

Sementara itu, Kepala Dinas Diskopukmperindag Ani Wijaya yang ikut mendampingi Ning Ita mengaku optimis dua proyek pendukung pariwisata Kota Mojokerto tersebut bisa selesai sesuai jadwal dan dapat diresmikan pada bulan Desember mendatang.

“Optimis dapat selesai sesuai jadwal dan Desember akan diresmikan. Sentra industri IKM ini nantinya akan dijadikan sebagai tempat pemasaran, rumah produksi juga wisata edukasi serta budaya. Selain itu, gedung sentra IKM batik tersebut juga memiliki tempat mengolah IPAL dari produksi batik,” katanya.(ris/rd)