Pelindo III Bantu 3000 Paket Korban Bencana

Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu, membuat PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III bergerak cepat.

Pelindo III Bantu 3000 Paket Korban Bencana
Pelindo III saat mengantarkan bantuan pada korban banjir di NTT.

Surabaya, HARIAN BANGSA.net - Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu, membuat PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III  bergerak cepat.

Sejumlah bantuan berupa barang kebutuhan sehari-hari dan atap rumah didistribusikan ke sejumlah daerah yang terdampak. Seperti Bima, Waingapu, Kupang, Sikka, Adonara, dan Lembata.

Vice President Corporate Communications Pelindo III R. Suryo Khasabu menyebut, sedikitnya 3.000 paket barang kebutuhan sehari-hari telah didistribusikan Pelindo III Group sejak 9 April 2021. Bantuan yang disalurkan berupa mie instan, makanan kering, susu bayi dan anak, selimut, pakaian bersih hingga atap rumah.

"Hari ini tim kami dari Pelabuhan Maumere bergerak menuju Adonara dan Lembata untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah tersebut. Semoga bantuan yang disalurkan Pelindo III Group ke sejumlah daerah terdampak dapat memberikan manfaat dalam proses pemulihan paska bencana." katanya, Rabu (14/4) malam.

Bencana alam akibat cuaca buruk juga berdampak pada beberapa fasilitas pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III. Namun, hal tersebut tidak mengganggu pelayanan terhadap pelanggan jasa kepelabuhanan. Pelindo III menjamin pelayanan terhadap pengguna jasa tetap dapat dilakukan dengan baik.

"Kami mendapat laporan kerusakan beberapa fasilitas pelabuhan seperti yang ada di Pelabuhan Tenau Kupang. Namun hal tersebut dapat diatasi dan tidak berdampak pada layanan jasa kepelabuhanan," lanjut Suryo.

Sebelumnya bencana alam berupa banjir bandang dan angin kencang akibat siklon tropis melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur membuat sejumlah wilayah terdampak. Akibatnya, ribuan masyarakat sekitar harus mengungsi akibat rumah mereka rusak terkena luapan banjir bandang. (sby1/rd)