Rekening Dibobol lewat Aplikasi Misterius, Rp 40 Juta Ludes

David Robertson Pardosi harus kehilangan uang tabungannya sebesar Rp 39,9 juta.

Rekening Dibobol lewat Aplikasi Misterius, Rp 40 Juta Ludes
Korban melaporkan kasus pembobolan rekening ke Polresta Sidoarjo.

Sidoarjo, HARIANBANGSA.net - David Robertson Pardosi harus kehilangan uang tabungannya sebesar Rp 39,9 juta. Pria 36 tahun tersebut diduga menjadi korban pembobolan rekening. Atas kejadian tersebut, korban melaporkannya ke Polresta Sidoarjo.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/1) lalu di rumahnya, Desa Larangan, Kecamatan Candi. Peristiwa bermula saat korban menerima pesan masuk melalui WhatApps. Pesan itu mengaku berasal dari sebuah jasa pengiriman paket.

Pengirim pesan meminta korban untuk mengirimkan titik rumahnya. Pengirim pesan misterius tersebut beralasan, akan segera mengirim paket ke rumah korban. Padahal korban tidak pernah bertransaksi membeli barang via online.

"Pesan itu mengaku titik rumah saya tidak bisa ditemukan. Jadi pengirim pesan meminta agar mencantumkan RT RW serta nomor rumah," katanya, Senin (16/1) malam.

Setelah itu, istri korban membalas pesan tersebut dengan mengirimkan alamat lengkap rumah korban. Tak lama, pengirim pesan mengirim aplikasi APK dengan keterangan akan mengirim detail paket yang akan dikirim.

Nah, aplikasi yang berformat APK tersebut diklik oleh istri korban. Isinya merupakan form berisi data. Tak lama, istri korban pun keluar dan mengiri alamat lengkap rumah korban. Namun, pengirim pesan meminta agar korban membuka detail paket.

"Dibuka kak detail paketnya, install lalu cantumkan di situ alamatnya. Tapi istri saya menghiraukannya," imbuhnya.

Namun, 30 menit kemudian korban menerima notif dari BRI bahwa terdapat transaksi ke Shopee. Selang satu menit kemudian, ada notifikasi lagi dari BRI. Isinya ada direct debit di rekening korban ke Shopee sebanyak empat kali. "Jadi nilai total uang dari empat kali transaksi ke Shopee mencapai sekitar Rp 40 juta," bebernya.

Akibat kejadian itu, korban melaporkan kasus tersebut ke Polresta Sidoarjo dan BRI cabang Sidoarjo. "Iya benar, pengaduannya polresta sudah menerima, Mas," ujar Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono. (cat/rd)