Satpol PP Surabaya Temukan Kelab Malam yang Jual Miras

Satpol PP Surabaya rutin melakukan pengawasan terhadap sejumlah tempat rekreasi hiburan umum (RHU) di wilayah Kota Surabaya.

Satpol PP Surabaya Temukan Kelab Malam yang Jual Miras
Petugas saat temukan kelab menjual miras di bulan Ramadan.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Satpol PP Surabaya rutin melakukan pengawasan terhadap sejumlah tempat rekreasi hiburan umum (RHU) di wilayah Kota Surabaya. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tempat hiburan malam tidak beroperasi selama bulan Ramadan.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, pihaknya mendatangi sembilan lokasi guna memastikan tidak ada aktivitas hiburan malam selama bulan Ramadan, pada Jumat (22/3) malam.

“Semalam kami lakukan pengawasan, kami cek ada 9 lokasi RHU. Ini merupakan tindak lanjut dari SE yang dikeluarkan wali kota tentang aturan menghentikan kegiatan usaha  selama bulan Ramadan ini,” kata Fikser, Sabtu (23/3).

Dari hasil pengawasan yang dilakukan di sembilan lokasi itu, ditemukan satu tempat yang kedapatan masih menjual minuman keras (miras). Sedangkan delapan lokasi yang lain, sudah mematuhi aturan dengan menutup sementara usahanya atau tidak beroperasional.

“Kami temukan satu kelab malam yang masih menjual miras kepada pengunjung, saat kami ke lokasi di meja pengunjung masih ada gelas sisa berisi minuman beralkohol itu,” ungkapnya.

Karena telah melanggar SE yang berlaku, Satpol PP Surabaya bersama perangkat daerah (PD) terkait memasang stiker pelanggaran pada kelab malam tersebut. “Kami pasang stiker segel pelanggaran, karena tidak mematuhi surat edaran yang berlaku,” tegasnya.

Petugas langsung membawa barang bukti, yakni berupa satu kantong plastik berisi minuman beralkohol, serta gelas sisa milik pengunjung. Oleh karena itu, Satpol PP Surabaya akan terus melakukan pengawasan ke seluruh lokasi RHU selama bulan Ramadan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas dan kekhidmatan ibadah umat Islam selama Ramadan.

“Kami akan terus patroli, bersama dinas-dinas terkait. Kita lakukan operasi untuk memastikan para pelaku usaha ini mematuhi aturan yang berlaku,” pungkasnya. (ari/rd)