Si Dia Penyelamat Bumil di Jawa Timur

Herlin menyampaikan beberapa poin penting, salah satunya adalah satu tahun harus ada satu inovasi yang diterbitkan.

Si Dia Penyelamat Bumil di Jawa Timur
Kepala Dinkes Jatim dr. Herlin Ferlina M.Kes didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat drg. Vitria Dewi saat melaunching Sinkronisasi Data dan Inovasi Buaian (Si Dia).

Surabaya, HB.net - Dalam ranga mensinkronisasi data kesehatan ibu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melanunching Sinkronisasi Data dan Inovasi Buaian (Si Dia). Nantinya, dalam Si Dia ini, data yang sangat banyak tersebar di beberapa seksi lintas bidang akan diwadahi dalam satu dashboard yang dapat memberikan  tampilan yang mudah untuk melakukan anlisa baik Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Sinkronisasi Data Dan Inovasi Buaian (Si Dia) Penyelamat Bumil menjadi salah satu upaya dalam mendukung penurunan angka kematian ibu di Jawa Timur. Oleh karena itu, Dinas kesehatan provinsi Jawa timur melaksanakan Pertemuan Sosialisasi Sinkronisasi Data dan Inovasi Buaian (Si Dia) Penyelamat Bumil pada tanggal 02 Juni 2021 lalu,”ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr. Herlin Ferlina M.Kes.

Pertemuan ini diikuti Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kota se-Jatim, lintas program di Dinkes Jatim dan Tim IT yang membantu dalam pengembangan program.  Pertemuan ini juga diikuti secara online oleh kepala seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat dan pemegang program data KIA se-Jawa Timur.

Herlin menyampaikan beberapa poin penting, salah satunya adalah satu tahun harus ada satu inovasi yang diterbitkan.

"Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Harus ada langkah langkah diri kita yang harus di perbaiki,"beber Herlin.

Sosialisasi SI Dia yang diikuti Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota se-Jatim, lintas program di Dinkes Jatim serta Tim IT.

Herlin juga mengingatkan, semua terkait pidato Bapak Presiden RI, bahwa Pembangunan SDM di Indionesia merupakan kegiatan prioritas dan hal itu dimulai sejak kehamilan ibu, oleh itu mari bersama-sama terus mengawal kesehatan ibu dan bayi, guna menurunkan AKI, AKB, dan Stunting.

Banyak faktor yang mempengaruhi kematian ibu di antaranya adalah budaya, geografis, pendidikan, sosial, dan pelayanan kesehatan, maka perlu penanganan yang lengkap dari hulu sampai hilir.

Keterlibatan berbagai multisektor juga sangat berperan penting dalam penanganan kematian ibu, juga permasalahan kesehatan lain tentunya. Sehingga mari bersama-sama kita bergerak mewujudkan pembangunan SDM yang unggul untuk Indonesia Maju.

Inovasi Data ini merupakan salah satu upaya untuk mengawal kesehatan, dengan adanya data yang tersinkronkanisasi dengan baik, maka para pimpinan dan stakeholders akan mampu mengambil langkah yang tepat berdasarkan data yang sudah tersajikan. 

"Semoga dapat memberikan manfaat bagi Jawa Timur dalam menurunkan kematian ibu, analisa yang komprehensif untuk penyusunan strategi yang lebih spesifik, dalam kurun waktu tertentu di satu wilayah maupun Provinsi,"kata Herlin.

Peluncuran Si Dia tambah Kandineks, merupakan wujud perhatian pemerintah Provinsi Jawa Timur pada kesehatan Ibu. Jawa Timur sangat serius dalam meningkatkan kesehatan Ibu dan Anak dengan memasukkan Kematian Ibu dan Bayi menjadi salah satu program Prioritas.

Saat ini, di Dinas Kesehatan tersedia banyak laporan kegiatan yang terpisah di masing masing program.  Setiap laporan masih terbatas hanya untuk rekapitulasi data masuk atau untuk melihat pencapaian target. Masing masing seksi atau bidang hanya konsentrasi terkait data dan laporan masing masing. Nanti semua data tersebut akan disatukan dalam Si Dia. (mid/ns)