FIF Berikan Program Bantuan Dana Bergulir

Sebanyak 31 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terbagi di delapan titik lokasi.

FIF Berikan Program Bantuan Dana Bergulir
Salah satu UMKM yang mendapat bantuan bergulir dari FIF Group.

Surabaya, HARIAN BANGSA.net - Sebanyak 31 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terbagi di delapan titik lokasi, yaitu Jakarta, Banjarmasin, Denpasar, Surabaya, Solo, Bogor, Batam, Palembang, dan Padang mendapat bantuan program dana bergulir dari PT FIF Group. Total nominal bantuan sebesar Rp 113,5 juta.

General Service and Corporate Communication Director, Esther Sri Harjati didampingi Chief of Corporate Communication and Corporate Social Responsibilty, Yulian Warman menjelaskan, program dana bergulir ini merupakan salah satu cara bagi mereka yang kesulitan modal untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam bidang usaha masing-masing. Bantuan yang diberikan berupa pinjaman tanpa bunga.

“Dana itu nantinya akan dikembalikan dengan cara diangsur dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan kedua belah pihak,” katanya, Kamis (15/10). I

a menambahkan, pelaku UMKM tersebut sebagian besar berasal dari usaha bidang kuliner. Kemudian disusul dengan kerajinan tangan dan di bidang jasa.

Keberlangsungan program dana bergulir dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak ketiga, yaitu pemerintahan daerah atau perangkat desa seperti Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), kelurahan, dan kecamatan. Terutama dalam hal pemilihan calon penerima bantuan dana bergulir serta monitoring selama pengembaliannya.

Pelaku UMKM Mimi Nurhasanah mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan program dana bergulir FIF Group.  Ia bisa menyekolahkan anak sampai ke jenjang kuliah.

“Selain usaha parut kelapa, dan suami saya usaha kerupuk, modal usaha ini juga untuk usaha kredit pakaian di sekitar kampung saya. Sampai dengan saat ini pengembaliannya lancar," paparnya.

Bermula pada 2016, bantuan dana bergulir diberikan ke 26 UMKM dengan nominal Rp 65 juta, tahun 2017 kepada 35 UMKM dengan nominal Rp 124,5 juta. Kemudian, tahun 2018 kepada 67 UMKM dengan nominal Rp 152,5 juta, tahun 2019 kepada 97 UMKM dengan nominal Rp 298 juta, Agustus 2020 kepada 23 UMKM dengan nominal Rp 93 juta dan hari ini kepada 31 UMKM dengan nominal Rp 113,5 juta.

"Harapannya, pada 2020 ini dapat membawa manfaat bagi masa depan UMKM dan membantu menggerakkan perekonomian di masa pandemi. Kami juga senantiasa hadir untuk selalu mendukung dan memberi dampak bagi masyarakat sekitar," pungkas Esther.(sby1/rd)