Gubernur Khofifah Puji Vaksinasi di Magetan, dari Level-4, Cepat Turun ke Level-1 

Gubernur Khofifah mengapresiasi upaya Pemkab Magetan dalam rangka penanganan Covid-19. Dimana sekitar tiga minggu lalu, Magetan bersama Ponorogo menjadi daerah di Jatim yang berstatus PPKM Level 4. Namun dua hari kemudian, berhasil turun Level 2, hingga akhirnya Level 1.

Gubernur Khofifah Puji Vaksinasi di Magetan, dari Level-4, Cepat Turun ke Level-1 
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Magetan, Minggu (10/10).

Magetan, HB.net - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, yang digelar Pemerintah Kabupaten Magetan, di Pendopo Kabupaten Magetan.  Vaksinasi jenis Sinovac dosis pertama ini, menyasar 1.000 orang, yang berasal dari empat Kecamatan. Masing masing Kecamatan Sukomoro, Kecamatan Panekan, Kecamatan Magetan, dan Kecamatan Ngariboyo.

Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, mulai dari tertib antri diluar Pendopo dengan menjaga jarak dan mengenakan masker. Dan secara bergantian, peserta vaksin masuk ke Pendopo. Tampak warga Magetan ini antusias mengikuti program vaksinasi.

Gubernur Khofifah mengapresiasi upaya Pemkab Magetan dalam rangka penanganan Covid-19. Dimana sekitar tiga minggu lalu, Magetan bersama Ponorogo menjadi daerah di Jatim yang berstatus PPKM Level 4. Namun dua hari kemudian, berhasil turun Level 2, hingga akhirnya Level 1.

"Kalau dalam bahasa Jawa, cancut taliwondo. Itu artinya kerja keras, kerja sinergi dan kerja luar biasa. Besok lusanya langsung Level 2, besok lusanya bimsalabim langsung Level 1," ujarnya, Minggu (10/10/2021).

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menjamin, bahwa penurunan Level yang cepat di wilayah Kabupaten Magetan ini, bukan data yang dibuat oleh Pemkab, Dinas Kesehatan (Dinkes), apalagi Gubernur. Tetapi autorilis dari Pemerintah Pusat.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan bahwa positivitirate Covid-19 di Jawa Timur adalah 0,49. Hal itu merupakan hasil dari dari testing di masing-masing daerah di Jawa Timur. Secara auto tracing di Jawa Timur sudah masuk 22,55 persen. Sedangkan Kemenkes menstandarkan itu 1 berbanding 15. Sedangkan di Jawa Timur sudah 22,55 %.

“Kalau positivitirate bahwa Covid-19 Sudah terkendali, itu menurut WHO di bawah 5 persen Jawa timur, sejauh ini 0,49 persen artinya Insya Allah sangat terkendali ini adalah kerja semua pihak semua elemen semua take holder ada sinergitas dan kolaborasi yang luar biasa dan akhirnya dalam perjalanan pandemi Covid-19” katanya.

Dia juga mamaparkan 2 hari terakhir ini angka Covid di Jawa Timur per Jumat kemarin ada 7 kasus kematian karena Covid. Dan kemarin hari Sabtu ada 8 kasus kematian karena Covid. “Kemarin 30 kabupaten kota 0 kematian, hari Jumat 33 kabupaten kota 0 kematian mudah-mudahan terus semua tertangani sehingga se-jawa Timur seluruh kabupaten bisa 0 kematian,” katanya.

Dia juga berpesan supaya masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Kemudian memohon pada masyarakat turut mendorong percepatan vaksinasi.

“Oleh karena itu dari assessment level Kementerian Kesehatan tanggal 8, 2 hari yang lalu sudah terkonfirmasi bahwa 38 kabupaten kota di Jawa Timur sudah 32 kabupaten kota menurut asesmen Kementerian Kesehatan adalah masuk level 1,” katanya.

“Alhamdulillah, yang tinggal 6 masuk level 2. Insya Allah hasil kerja keras kita, doa kita diijabah Allah dan mudah-mudahan terus bisa melandai bisa kita 0 kan angka kematian karena Covid-19 pada saat yang sama ekonomi kita sudah harus bergerak harus bangkit harus tumbuh secara signifikan,” sambungnya.

Oleh karena itu, dalam rangka HUT Pemprov yang ke-76 yang kebetulan sama dengan ulang tahunnya dengan Kabupaten Magetan ke 346 pada 12 Oktober. “Mudah-mudahan HUT ini akan berseiring dengan turunnya Ridho Baraka Allah masyarakat dan semua diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, keberkahan rizki yang luas dan tentu guyup rukun persatuan dan Persaudaraan yang baik,” pungkasnya. (dev/ns)