Jember Kembali Diterjang Banji, Ponpes Ar-Rosyid Ungsikan Santrinya

Berdasarkan info grafis Pusdalom Kamis (18/11) pukul 23.30, banjir bandang tersebut merendam Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Bangsalsari sehingga harus mengungsikan 300 santrinya di tempat yang lebih aman, 20 rumah lainnya juga terendam air dengan ketinggian ± 90 cm.

Jember Kembali Diterjang Banji, Ponpes Ar-Rosyid Ungsikan Santrinya
Bupati Hendy saat meninjau bangunan pondok yang jebol.

Jember, HB.net - Musibah banjir Kembali melanda Kabupaten Jember, setelah pekan lalu melanda ratusan rumah di Kecamatan Semboro, kali ini giliran Kecamatan Bangsalsari diterjang banjir disertai longsor. Akibat dari banjir tersebut Kerusakan terparah di Ponpes Ar-Rosyid Bangsalsari, bahkan tembok pinggir sungai jebol.

Berdasarkan info grafis Pusdalom Kamis (18/11) pukul 23.30, banjir bandang tersebut merendam Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Bangsalsari sehingga harus mengungsikan 300 santrinya di tempat yang lebih aman, 20 rumah lainnya juga terendam air dengan ketinggian ± 90 cm.

Selain pompes, hujan deras sekitar jam 19.00 wib, longsor juga terjadi di desa Banjarsari, Bangsalsari, hingga menutup jalan sepanjang  35 m dan desa Klatakan, Tanggul, 59 rumah terendam air ± 20-80 cm (durasi ± 15-20 menit), 1 musala serta 7 orang kelompok rentan (balita dan lansia).

"Pak kiyai rencananya bagunan ini akan diwakafkan, agar tidak menjadi persoalan bagi pondok dan masyarakat, apabila bangunan ini dipertahankan," ujar Bupati Jember Hendy Siswanto saat meninjau bangunan pondok yang jebol, Jumat (19/11)

Hal itu untuk menghindari banjir lebih besar lagi, sebab sungai dekat pondok, posisinya menikung, sehingga air akan mudah meluap. "Jadi aliran air agak terhambat, begitu airnya ada pendangkalan, sisa airnya akan masuk ke rumah dan ini sangat berbahaya," katanya.

Jika sudah diwakafkan, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan melakukan koordinasi dengan provinsi, untuk upaya normalisasi sungai. "Karena biaya normalisasi itu tidak sedikit, jadi bahasanya pengerukan saja,  dari pada membangun, itu yang harus dipahami," imbuh Hendy.

“Masyarakat tetap tetap waspada, sebab di musim penghujan ini, sangat rawan terjadi bencana. Jika airnya sudah naik, segera keluar rumah dan dipukul kentongannya, supaya mereka waspada, dan dapat menyelamatkan diri," imbaunya (yud/eko/diy)