Mediasi Reaktivasi TPA Buluh Gagal,  Warga Tolak Mentah Permintaan  Pemkab Bangkalan

Kepala Desa (Kades) Buluh, Moh. Taufik mengungkapkan, pihaknya berupaya menengahi polemik reaktivasi bekas TPA yang sudah berlangsung lama.

Mediasi Reaktivasi TPA Buluh Gagal,  Warga Tolak Mentah Permintaan  Pemkab Bangkalan
Mediasi antara Pemkab Bangkalan dan warga sekitar bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Buluh berakhir dengan kegagalan.

Bangkalan, HB.net - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, dalam rencana pemanfaatan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluh berujung kegagalan. Warga sekitar menolak mentah-mentah permintaan reaktivasi saat mediasi.

Kepala Desa (Kades) Buluh, Moh. Taufik mengungkapkan, pihaknya berupaya menengahi polemik reaktivasi bekas TPA yang sudah berlangsung lama. Mediasi, mempertemukan warga dengan pejabat Pemkab Bangkalan, sengaja dilakukan di lahan yang dulunya jadi tempat pembuangan tersebut.

"Kami sudah mengundang seluruh warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak sudah kami datangkan ke lahan bekas TPA. Tapi, yang datang hanya kepala dinas dan 1 orang kabidnya. Plt Bupati yang sudah direncanakan datang, ternyata tidak tepat janji. Kami dan warga sangat kecewa," ungkapnya, Kamis (20/7/2023).

Menurut Kades, warga serentak menolak rencana reaktivasi bekas TPA sebagaimana yang diinginkan Pemerintah. Sebab, dampak yang diakibatkan begitu membekas dirasakan. Trauma menahun, membuat warga kompak melakukan penolakan.

"Seperti yang disampaikan warga tadi, tidak ada lagi tawar menawar, tempat ini tidak diperkenankan dibuka kembali dengan alasan apapun. Dari awal, tahun 2005 sejak didirikan, warga sudah tidak sepakat," ujar Taufik.

Sementara itu Kepala DLH Bangkalan, Anang Yulianto mengatakan bahwa pihaknya akan tetap berupaya melakukan pendekatan hingga bekas TPA Buluh bisa dimanfaatkan kembali. Ia menilai, penolakan yang dilakukan warga akan ditelaah dan dilaporkan pada pimpinannya.

"Ya namanya aspirasi, kami akan tetap terima. Kita perlu bersabar dalam melakukan pendekatan untuk pemanfaatannya. Permintaan warga akan kami telaah dan kami laporkan pada pimpinan. Pak Plt tidak hadir, kemungkinan ada acara yang berbarengan," katanya. (fat/uzi/ns)