Penyelesaian JLS Jatim Terkendala Pembebasan Lahan

Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang kini disebut Pansela (Pantai Selatan) di Jatim, sudah terbangun hampir 50 persen.

Penyelesaian JLS Jatim Terkendala Pembebasan Lahan
Kepala Bappeda Jawa Timur Muhammad Yasin.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang kini disebut Pansela (Pantai Selatan) di Jatim, sudah terbangun hampir 50 persen. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur Muhammad Yasin.

Muhammad Yasin menjelaskan bahwa pembangunan Pansela merupakan target utama Pemprov Jatim untuk menyelesaikan disparitas antara Jatim bagian Utara dengan Selatan. Hal ini sesuai dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

“Yang paling banyak belum selesai pembebasan lahannya itu adalah Trenggalek. Kita masih butuh anggaran sekitar Rp. 200 miliar,” terangnya, Senin (1/4).

Dengan anggaran tersebut untuk membebaskan lahan, dijelaskan Yasin bahwa itu adalah tanggung jawab kabupaten. Namun dengan kondisi fiskal Pemkab Trenggalek, maka hal itu dirasa berat. Sehingga pemprov akan mencoba membantu dan meminta pemerintah pusat membersamai menyelesaikan persoalan ini.

“Karena pemerintah pusat sebenarnya komit kalau sudah lahannya siap, maka biaya konstruksinya akan segera dianggarkan, dan kita sudah selesaikan,” terangnya.

Terkait lahan Perhutani yang dilewati pembangunan Pansela, Yasin menjelaskan bahwa tidak ada ganti rugi. Tapi memerlukan izin penggunaan lahan dengan kompensasi melakukan konservasi. Seperti lahan di Blitar dan Malang. Namun Jember, Lumajang dan Banyuwangi perlu penyelesaian pembebasan lahan. “Saya kira itu lebih ringan dibanding kita harus membeli seperti yang dulu dilakukan,” ujarnya.

Pansela di Jatim memiliki panjang sekitar 628 kilometer. Berdasarkan RPJPD dan telah terbangun 350 kilometer, dan sisanya ditargetkan selesai dalam lima tahun mendatang selama pemerintah pusat berkomitmen.

“Kita ini berat kalau nggak segera diselesaikan. Disparitas utara selatan ini sangat luar biasa. Wilayah utara ini sudah mampu memberikan kontribusi PDRB 40 persen terhadap perekonomian kita, selatan baru 16 persen. Jadi jomplangnya luar biasa, sementara potensi selatan tidak kalah dengan utara,” pungkasnya. (dev/rd)