Sepuluh Pasangan Bukan Suami Istri Dirazia Polsek Sukolilo

Polsek Sukolilo menerima pengaduhan dari warga sekitar bahwa salah satu hotel di wilayah hukumnya, yaitu Hotel Ready Room di Jalan Nginden Semolo Blok B - 15 No. 42, Sukolilo.

Sepuluh Pasangan Bukan Suami Istri Dirazia Polsek Sukolilo
Polsek Sukolilo melakukan razia di Hotel Ready Room.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Polsek Sukolilo menerima pengaduhan dari warga sekitar bahwa salah satu hotel di wilayah hukumnya, yaitu Hotel Ready Room di Jalan Nginden Semolo Blok B - 15 No. 42, Sukolilo. Hotel ini kerap dikunjungi para pelajar atau mahasiswa sebagai tempat asusila.

Pada Sabtu (30/3), pukul 23.00 WIB, Polsek Sukolilo menurunkan 15 personel dalam melakukan pemeriksan terhadap para pengujung yang menginap. Selama pemeriksaan didapatkan 20 orang atau 10 pasangan terbukti bukan suami istri.

Selama pemeriksan di Hotel Ready Room dipimpin langsung oleh Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara, setidaknya ada 25 kamar yang dilakukan pemeriksaan. “Jadi dalam pemeriksaan identitas para penghuni hotel adalah dalam rangka giat Operasi Penyakit Masyarakat Semeru Polda Jatim 2024,” ujarnya, Minggu (31/3).

Selama pemeriksaan di 10 kamar, masing masing penghuni identitas KTP-nya tidak sama alias tidak satu alamat. “Jadi dari 10 kamar, tiap kamar ada 1 pasangan dan identitas KTP status lajang. Alamat keduanya tidak sama alias bukan suami istri. Sehingga dari 10 pasangan kita bawa ke polsek untuk menjalani pemeriksaan,” tambah Made Patera Negara.

Selama pemeriksan yang dilakukan di Polsek Sukolilo kepada 10 pasangan bukan suami istri, kesemuanya wajib mengisi pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatan asusila, apalagi di bulan Ramadan. Dari hasil pendataan mayoritas para pasangan bukan suami istri masih berstatus pelajar dan mahasiswa.

Perlu diketahui Hotel Ready Room pernah tersangkut peristiwa kriminal yang dipergunakan untuk aksi pencabulan. Pencabulan ini pernah ditangani oleh Unit PPA Polrestabes Surabaya.

Sementara itu, salah satu manager hotel bernama Noval memprotes sikap polisi yang melakukan pemeriksaan di hotel. “Hotel yang saya kelola mempunyai izin, kenapa dirazia. Sedangkan warung-warung pada bulan  Ramadan buka, kok tidak dirazia,” ujar Noval.

Namun saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait perizinan hotel yang dimiliki, Noval memilih bungkam.(yan/rd)