PLN Peduli Berdayakan UMKM di Wisata Tani Betet

PLN Peduli terus berupaya lakukan pemberdayaan UMKM. Salah satunya UMKM sentra kuliner di kawasan Wisata Tani Betet (WTB).

PLN Peduli Berdayakan UMKM di Wisata Tani Betet
Suasana UMKM sentra kuliner di kawasan Wisata Tani Betet

Nganjuk, HARIAN BANGSA.net - PLN Peduli terus berupaya lakukan pemberdayaan UMKM. Salah satunya UMKM sentra kuliner di kawasan Wisata Tani Betet (WTB). Sejak awal berdiri pada tahun 2017 hingga mendapat pendampingan dari PLN Peduli, jumlah pedagang di lokasi tersebut mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun 2017 sebanyak 2 pedagang, 2018 sebanyak 10 orang, 2019 sebanyak 32 orang, dan pada tahun 2020 menjadi 64 orang.

Salah satu pedagang sentra kuliner, Kanti memaparkan, sebelum adanya pembangunan lapak di Wisata Tani Betet dan pelatihan UMKM, ia hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan suaminya petani.

"Sekarang dengan berjualan di Sentra Kuliner WTB saya dapat menambah penghasilan keluarga sekaligus senang bisa bersama-sama rekan yang lain memajukan Desa Betet,” ujarnya, Rabu (7/10).

Wisata Tani Betet merupakan tempat wisata lokal dengan nuansa khas pedesaan yang sejuk dan asri. Wisata ini menyulap sungai yang pada awalnya hanya bermanfaat untuk pertanian menjadi sebuah objek wisata yang menarik. Wisata Tani Betet tidak hanya menyuguhkan keindahan aliran sungai yang bersih, melainkan juga berbagai spot foto yang dihiasi pemandangan bunga-bunga di sepanjang aliran sungai serta wahana-wahana air khas pedesaan.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai sentra UMKM yang ada di lokasi wisata tersebut. Seperti kuliner dan cinderamata. Sentra UMKM ini banyak ditemui di sekitar kawasan Wisata Tani Betet.

Senior Manager General Affairs PLN UID Jatim A Rasyid Naja menyatakan, pemberdayaan UMKM Wisata Tani Betet oleh PLN Peduli turut serta dalam menyejahterakan perekonomian para pedagang yang menjajakan dagangannya di area wisata ini.

Dengan adanya program ini, para pedagang dapat mencukupi kebutuhan keluarga dengan lebih baik lagi. Terhitung omzet pada tahun 2019 dari pengelolaan Wisata Tani Betet mencapai Rp 890,850 juta. Ini berasal dari pendapatan pengunjung dan pedagang yang dikembalikan lagi untuk pengembangan wisata dan kemajuan perekonomian masyarakat setempat.

“Omzet yang saya dapat alhamdulillah harian bisa mencapai Rp 200 ribu pada hari biasa dan naik 100 persen kalau hari libur. Alhamdulillah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarga. Senang sekali dengan adanya Wisata Tani di sini.  Saya bisa mencukupi ekonomi keluarga. Alhamdulillah banyak yang datang ke sini,” tutur Menik yang merupakan salah satu pedagang UMKM di Wisata Tani Betet.

Senada, Imel, rekan Menik, mengaku mendapat berbagai manfaat dari adanya pemberdayaan UMKM tersebut. Salah satunya karena ia dapat membantu sang suami dalam mencari nafkah.

“Saya berjualan di sini sudah satu tahun lebih. Saya memilih jualan di sini karena pertama, dekat rumah. Kedua, dapat membantu ekonomi keuangan rumah tangga saya,” ujar Imel.

Imel berharap agar nantinya tempat wisata ini semakin berkembang dan semakin banyak pengunjung yang datang. (mid/rd)