Kembali ke Ponpes, Ratusan Santri Rapid Test

Sebanyak 160 santri menjalani rapid test yang digelar oleh RMI (Rabithah Ma'ahid Islamiyah) MWC NU Waru, Jumat (3/7).

Kembali ke Ponpes, Ratusan Santri Rapid Test
Wabup didampingi kadinkes melihat santri menjalani rapid test di kantor MWC NU Waru, Jumat (3/7).

Sidoarjo, HARIAN BANGSA.net - Sebanyak 160 santri menjalani rapid test yang digelar oleh RMI (Rabithah Ma'ahid Islamiyah) MWC NU Waru, Jumat (3/7). Itu dilakukan para santri sebagai syarat untuk kembali belajar di sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di luar Sidoarjo.

Rapid test ini diberikan gratis karena dapat bantuan dari Pemkab Sidoarjo. Wabup Nur Ahmad Syaifuddin yang menghadiri acara itu menyatakan, pemkab berusaha maksimal melayani ponpes terkait penyebaran Covid-19. Salah satunya memberi bantuan rapid test.

Kata wabup, ponpes maupun lembaga seperti RMI bisa mengajukan permintaan rapid test gratis kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo. Selain untuk santri yang berangkat mondok ke luar Sidoarjo, rapid test gratis ini bisa diajukan untuk santri dari luar yang mondok di Sidoarjo.

Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman berharap santri tidak panik jika hasil rapid testnya reaktif. Sebab, hal itu belum tentu positif Covid-19. Untuk tahu positif apa negatif, ada tes lanjutan, yakni swab. “Jadi anak-anak, kalau hasilnya reaktif terus dijudge seolah-olah sudah Covid itu belum tentu,”ucapnya.

Ketua RMI MWC NU Waru KH Mohammad Syakir Ridlo mengatakan, rapid test menjadi syarat bagi santri untuk dapat kembali ke ponpes. Sehingga pihaknya memfasilitasi rapid test itu. Rapid test ini bagi santri yang kembali ke ponpes pada Juli. Rapid test tahap kedua, untuk 200 santri yang kembali ke pesantren pada Agustus.(sta/rd)