Nelayan Muncar Gelar Ritual Petik Laut
Nelayan di Muncar dikenal sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di Tanah Air. Pelabuhan perikanan ikan di sana menjadi yang terbesar kedua di Indonesia. Perairan di Kabupaten Banyuwangi juga dikenal sebagai penghasil ikan Lemuru terbesar.
Banyuwangi, HB.net - Nelayan Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi menggelar ritual petik laut di perairan selatan Pantai Muncar, Rabu (02/08/2023). Ritual tahunan saban Bulan Suro itu dimeriahkan oleh ribuan orang yang hadiri tradisi itu.
Nelayan di Muncar dikenal sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di Tanah Air. Pelabuhan perikanan ikan di sana menjadi yang terbesar kedua di Indonesia. Perairan di Kabupaten Banyuwangi juga dikenal sebagai penghasil ikan Lemuru terbesar.
Komoditas itu telah dikirim ke berbagai negara, seperti Tiongkok, Jepang, serta beberapa negara di Eropa dan Amerika.
Ritual petik laut digelar para nelayan sebagai bentuk rasa syukur nelayan atas melimpahnya hasil tangkapan selama setahun terakhir. Mereka juga berharap berkah dan dan keselamatan pada masa mendatang.
Dalam tradisi petik laut itu, para nelayan menyediakan berbagai sesaji berupa kepala kambing dan hasil bumi untuk dilarung ke tengah laut menggunakan perahu kecil. Proses pelarungan diikuti oleh puluhan kapal.
Hiasan wah masing-masing kapal menghidupkan suasana meriah selama prosesi petik laut berlangsung. Kapal-kapal berparade di laut dalam waktu yang cukup lama.
Tokoh nelayan Muncar, Sihat Aftarjo, mengatakan, petik laut merupakan tradisi tahunan yang digelar nelayan Muncar. "Tujuannya sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan setelah setahun kami menikmati hasil tangkapan," kata dia.
Sebelum sesajen dilarung ke laut, ritual upacara singkat digelar di area pusat pelelangan ikan (TPI). Salah seorang tokoh nelayan memimpin doa bersama. Setelahnya baru prosesi larung diberlangsungkan.
Ritual petik laut tahun ini turut diisi dengan dibawanya rombongan penari Gandrung ke Tanjung Sembulungan. Ritual itu sebagai bentuk penghormatan terhadap penari gandrung yang dimakamkan di sana.
Sihat mengatakan, selain tradisi larung, petik laut juga diramaikan dengan berjibun hiburan yang akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. (guh/diy)