Sasar Pasar Singapura-Malaysia, Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi dengan Kepri

Transaksi yang dihasilkan dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jatim dan Kepri, cukup besar. Bahkan tembus Rp 306.528.500.000 dengan total 60 transaksi.

Sasar Pasar Singapura-Malaysia, Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi dengan Kepri
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat meninjau stand pameran. Foto: devi fitri afriyanti/HARIAN BANGSA

Batam. HB.net  - Pemerintah Provinsi Jatim dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melakukan misi dagang dan investasi. Bertempat di Nagoya Hills Hotel, Kota Batam, total ada sebanyak 42 pelaku usaha Jatim yang bertemu dengan 100 pelaku usaha asal Provinsi Kepri, Jumat (30/4/2021).  

Transaksi yang dihasilkan dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jatim dan Kepri, cukup besar. Bahkan tembus Rp 306.528.500.000 dengan total 60 transaksi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, di Indonesia dengan jumlah penduduk hampir 270 juta, adalah market yang luar biasa.  Batam dan Kepri berbatasan dengan Singapura dan Malaysia terutama Johor sangat luar biasa sektor perdagangannya.

"Ini akan menjadi strategi.  Bagaimana patnership antara Jatim dan Kepri, tidak hanya masyarakat Kepri, tetapi bahwa para pedagang, pelaku-pelaku bisnis yang ada di Kepri pasti mereka sudah membangun koneksitas minimal dengan Singapura maupun Malaysia," kata Gubernur Jatim.

Oleh karena itu intermediasi dari Kepri untuk bisa menjadi koneksitas perdagangan, antara Jatim dengan Kepri terutama Singapura dan Malaysia itu harus dijadikan satu kesatuan proses membangun jejaring dan koneksitas termasuk didalamnya adalah investasi.

"Kami berharap sekali format hubungan dagang antara Jatim dan Kepri akan terus di kembangkan. Pasalnya Kepulauan Riau didukung dengan 10 pelabuhan bongkar muat yang sangat potensial. Sehingga diharapkan produk Jawa Timur yang dikirim ke Batam bisa diekspor ke negara lain dengan distribusi yang lancar,"ujar Gubernur.

Komoditas perdagangan dari Jatim yang banyak dipasarkan ke Kepri adalah beras, jagung, kopi, cengkeh, bawang merah, jahe gajah, dan juga sejumlah barang-barang mesin proyek. 

"Oleh karena itu intermediasi dari Kepri untuk bisa menjadi bagian dari koneksi perdagangan antara Jatim terutama dengan Singapura dan Malaysia, harus dijadikan satu kesatuan proses membangun jejaring termasuk dalam kaitannya investasi," ucapnya melanjutkan. 

Khofifah mengatakan,  potensi kerjasama dan transaksi perdagangan di sini begitu besar. Pasalnya Kepulauan Riau didukung dengan 10 pelabuhan bongkar muat yang sangat potensial. Sehingga diharapkan produk Jawa Timur yang dikirim ke Batam bisa diekspor ke negara lain dengan distribusi yang lancar. 

Komoditas perdagangan dari Jatim yang banyak dipasarkan ke Kepri adalah beras, jagung, kopi, cengkeh, bawang merah, jahe gajah, dan juga sejumlah barang-barang mesin proyek.  Sedangkan komoditas perdagangan dari Kepri yang dipasarkan ke Jatim diantaranya adalah konveksi, crude palm oil, dan barang-barang elektronik. 

"Selain itu kita juga punya kokao. Hilirisasi industri di bidang coklat Jatim sudah sangat advance. Tentu kita harapkan nantinya bisa kita pasarkan secara masif ke Kepulauan Riau,"tegas Gubernur. 

Selain itu, berdasarkan data BPS tahun 2020, nilai bongkar muat Jatim-Kepri nilainya mencapai Rp 216,24 miliar. Terdiri dari bongkar (Kepri ke Jatim) sebesar Rp 21,47 miliar, dan muat (Jatim ke Kepri) sebesar Rp 194,77 miliar. Tidak hanya itu, di masa pandemi tahun 2020, dimana neraca ekspor Jatim menunjukkan minus Rp 8,1 trilliun, namun perdagangan antar Jatim justru menunjukkan angka surplus. Surplus dari perdagangan antar daerah Jatim mencapai Rp 91 trilliun.  Untuk itu, Khofifah mengaku tengah gencar untuk mengupayakan agar produk-produk Jatim, termasuk bahan pangan, bisa memasok kebutuhan-kebutuhan di provinsi lain. (dev/ns)